Subhanallah…
Ini sudak ke-dua kalinya saya mengantarkan seorang ummahat (baca ibu-ibu)
menuju tempat beliau mengisi majlis ta’lim ibu-ibu.
menuju tempat beliau mengisi majlis ta’lim ibu-ibu.
Dan semakin berdecak subhanallah dalam hati melihat kegigihan beliau…
Mungkin, teman-teman akan berkata, ummahat mengisi majlis ta’lim kan dah biasa…
Ya.. itu memang biasa..
Tapi bagaimana kasusnya jika ummahat tersebut baru saja melahirkan dengan bayi
yang masih beberapa bulan, sepertinya belum genap 2 bulan…?
Tapi bagaimana statusnya jika ternyata ia membawa turut serta si bayi kecil bersamanya
menuju ke tempat beliau berdakwah dengan hanya di temani tukang ojek..?
Dengan jarak yang cukup jauh, dengan lalu lintas yang cukup padat dan penuh dengan debu
karena jalan yang dilalui rusak…
Apa lagi sebelumnya ia meminta untuk mengajak 2 bocah berusia 3 dan 2 tahun
yang tidak lain adalah kakak si bayi untuk turut serta ke majlis ta’lim bersama
sang ibu dan bayi berdesakan di satu motor.
Dalam hati saya berkata “bisa gak nih bawa 3 generasi jundi-jundi Islam dan 1 ummahat mujahadah bersama saya yang bukan siapa-siapa di motor saya?”...
bayangan menyeramkan langsung muncul, takut jatuh... takut mereka sakit...
takut mereka… ahhh... astaghfirullah… Sebaik-baiknya penjagaan adalah dari_MU ya ALLAH..
Alhamdulillah orang tua si ummahat datang dan menjaga 2 bocah kecil,
dan hanya si bayi yang nota bene masih memerlukan ASI eksklusif yang ikut...
Pasti bertanya, di mana abi nya? (ayah si bayi)
Beliau, sekali lagi adalah ummahat yang terbiasa mandiri , ummah itu pun berkata,
” abinya sedang kerja, jadi saya biasa naik ojek”... cessss… rasanya adem sekali
melihat raut wajah di sertai senyum keihklasan atas ketidakhadiran sang suami...
Saat di motor pun, tak henti-hentinya kami membicarakan qodoya (permasalahan)
dakwah kampus, subhanallah... tidak pernah lelah diri ini untuk terus mendengarkan
kata-kata yang keluar dari lisannya...
Melihat kegigihannya, membuat saya bertanya alam diri, sanggupkah saya seperti beliau kelak? menjadi ibu yang tak kalah oleh halangan apapun demi berdakwah di jalan_NYA,
menjadi ibu yang memiliki rasa kepercayaan begitu tinggi pada ALLAH bahwa
ALLAH kan menjaga buah hatinya selama perjalanan ini , serta seraya berkata
“Ibu mengajarkanmu nak.. dan ALLAH yang menjaga kita..”
Tidak ada komentar:
Posting Komentar