Sabtu, 17 September 2011

.♥♥. AIR MATA YANG DI RINDUKAN .♥♥.


Sejak mengenalnya, raut muka perempuan separuh baya itu selalu terlihat murung. Garis-garis penuaan terlihat jelas di dahinya hingga mengesankan ia lebih tua dari usianya. Ia sering tercenung dengan tatapan mata yang kosong. Ah, saya begitu tak tega melihatnya namun terkadang muncul tanya di hati, gerangan apakah yang sedang ia pikirkan hingga muram selalu menyelimuti wajahnya?
Atas izin Allah, rasa penasaran yang menggelitik hati saya akhirnya menemukan jawaban. Dalam suatu kesempatan, perempuan separuh baya itu mengajak saya berbincang. Ia tumpahkan apa yang selama ini telah menyesak di hatinya. Ternyata, ia tengah merindukan sesuatu yang selama ini telah hilang dari dirinya.
Tetapi ia bukan merindu suaminya yang telah lebih dahulu menghadap Rabb pemilik setiap jiwa sekalipun cintanya pada sang suami tak pernah pupus. Bukan pula merindu anak-anaknya yang telah besar dan mulai sibuk dengan dunianya masing-masing sekalipun mereka selalu ada di hatinya. Juga bukan merindu berada di tanah suci sambil mengucap Labbaik Allahuma labbaiksekalipun ia sangat menginginkan suatu saat dapat ke sana.
Lantas, merindu apakah ia sampai sedemikian rupa terlihat merana?
Tak lain yang ia rindukan hanyalah tetesan “air” pelembut hati mengalir dari matanya! Dan, rasa rindu itu telah menyiksanya sejak bertahun-tahun lalu saat air jernih itu tak pernah menetes lagi. Walaupun ia mengalami hal yang sangat menyedihkan dalam hidupnya, sang air mata tak jua hadir merefleksikan apa yang dirasakan dirinya.
Ia tak ingat kapan persisnya air mata itu tak lagi mengairi matanya. Namun, ia hanya ingat sejak berbagai beban penderitaan menerpa hidupnya, ia berusaha untuk menahan tangis keluar dari matanya. Ia tak ingin menangis untuk sesuatu apa pun yang dialaminya hingga akhirnya ia tersadar, kini ia kehilangan sang air mata.
Sungguh! Baru pertama kali ini saya bertemu orang yang merindukan sesuatu yang tak lazim saya dengar dan tak pernah saya bayangkan sebelumnya. Sesuatu yang saya juga mungkin Anda anggap biasa karena begitu mudah ia hadir dalam hidup kita hingga sering terlupa untuk mensyukurinya. Saya tak dapat membayangkan bagaimana tersiksanya hati perempuan separuh baya itu ketika ingin meneteskan air matanya untuk mengekspresikan bahagia, haru, sedih sebagaimana sering terjadi pada saya atau juga Anda.
Apa yang dialami perempuan setengah baya itu saya rasakan sebagai sebuah pelajaran dari Allah dan menjadi pengingat diri bahwa air mata adalah bagian dari anugerah Allah yang patut disyukuri adanya. Karena terkadang sebagian orang menganggap air mata sesuatu yang tabu terurai dari matanya, terutama hal ini sering dialami kaum Adam, padahal Rasulullah sebagai suri tauladan kita pun tak pernah melakukan pantang pada air matanya.
Dari Ibnu Mas’ud ra., ia berkata; telah bersabda Nabi saw. kepadaku: “Bacakanlah Al-Quran untukku.” Wahai Rasul! Apakah aku harus membaca Al-Quran untukmu, sedangkan Al-Quran itu diturunkan kepadamu? Beliau saw. bersabda, “Aku sangat menyukai mendengarkan Al-Quran dari orang lain.” Ibnu Mas’ud berkata; Maka aku membacakan Al-Quran surat An-Nisa untuk Rasul, hingga aku sampai pada ayat: “Maka bagaimanakah (halnya orang kafir nanti), apabila Kami mendatangkan seorang saksi (rasul) dari tiap-tiap umat dan Kami mendatangkan kamu (Muhammad) sebagai saksi atas mereka itu (sebagai umatmu).” (QS. an-Nisa [4]: 41). Kemudian Rasulullah saw. bersabda, “Cukup sampai di sini.” Aku menoleh kepada Rasul saw., ternyata kedua matanya mengucurkan air mata. (Mutafaq `alaih).
Dari Anas ra., ia berkata; Rasulullah saw. pernah berkhutbah dengan khutbah yang selama aku hidup tidak pernah mendengarnya. Rasulullah saw. bersabda: Andaikata kalian mengetahui apa-apa yang aku ketahui, maka niscaya kalian akan sedikit tertawa dan banyak menangis. Kemudian sahabat menutupi wajah mereka dan menangis tersedu-sedu.(Mutafaq `alaih)
Banyak hal tentunya yang menyebabkan seseorang menangis. Ada tangis bahagia karena sesuatu yang diharapkan mewujud, ada tangis kesedihan karena perasaan kehilangan sesuatu atau orang-orang yang disayangi, ada tangis haru mendengar kisah seseorang, ada tangis karena kesakitan dan sebagainya. Namun diantara sekian banyak sebab, ternyata hanya satu jenis tangisan yang dapat mendekatkan seseorang kepada keridhaan Allah, yakni tangisan karena takut kepada Allah.
Rasulullah saw. bersabda: “Tidak akan masuk neraka seseorang yang menangis karena takut kepada Allah sehingga susu itu dapat kembali ke tempat asalnya. Tidak akan berkumpul debu fisabilillah itu dengan asap neraka Jahanam.” (diriwayatkan dari Abu Hurairah radhiallahu anhu, oleh At-Tirmidzi (hasan shahih), an-Nasa’i dan al-Hakim (shahih).
Dari Abû Raihanah, ia berkata; kami keluar bersama Rasulullah saw. dalam satu peperangan. Kami mendengar beliau saw. bersabda: Neraka diharamkan atas mata yang mengeluarkan air mata karena takut kepada Allah. Neraka diharamkan atas mata yang tidak tidur di jalan Allah. Abû Raihanah berkata; Aku lupa yang ketiganya. Tapi setelahnya aku mendengar beliau bersabda, “Neraka diharamkan atas mata yang berpaling dari segala yang diharamkan Allah.” (HR. Ahmad, al-Hâkim dalam kitab Shahih-nya, disetujui oleh adz-Dzahabi dan an-Nasâi).
Dari Anas ra. bahwa Nabi saw ia bersabda: Barangsiapa mengingat Allah kemudian keluar air matanya karena takut kepada Allah hingga bercucuran jatuh ke tanah, maka dia tidak akan disiksa di hari kiamat kelak. (HR. al-Hâkim dalam kitab Shahih-nya, disetujui oleh adz-Dzahabi)
Apa ya yang dirasakan jika Allah mencabut dari diri kita nikmatnya menangis saat berkhalwat dengan-Nya, padahal terdapat keutamaan dari menangis seperti disebutkan dalam hadits di atas? Akankah kita sama merananya seperti perempuan separuh baya perindu air mata itu?
Subhanallah! Merenungi untaian hadits tersebut, saya baru menemukan salah satu hikmah kenapa Allah karuniakan kita sepasang mata yang dapat mengeluarkan air yang jernih itu. Air mata dapat menjadi salah satu saksi rasa takut seorang hamba pada Rabb-nya yang dapat menyelamatkan hamba dari api neraka. Oleh karena itu, patutkah kita berpantang atau ‘menolak’ karunia air mata ini padahal ia menjadi salah satu yang dapat mendatangkan keselamatan dunia-akhirat bagi seorang hamba?
Saat menuliskan keadaan yang dialami perempuan tersebut, saya berharap semoga Allah mengabulkan doa yang selama ini dipanjatkannya hingga ia dapat merasakan kembali nikmatnya menangis.
Dan, bagi kita yang masih dianugrahi air mata, semoga air jernih yang menetes dari mata adalah perwujudan rasa takut kita kepada Allah hingga Dia menjadikan kita termasuk dalam golongan orang yang mendapat naungan-Nya.
Dari Abû Hurairah ra., ia berkata; Rasulullah saw. bersabda: Ada tujuh golongan yang Allah akan menaunginya pada saat tidak ada naungan kecuali naungan-Nya. …. Orang yang mengingat Allah ketika sendirian sehingga bercucuran air matanya. (Mutafaq `alaih).

Sabtu, 10 September 2011

.♥♥. Tentang Sabar... .♥♥.

• "Hai orang-orang yang beriman, bersabarlah kalian dan kuatkanlah kesabaran kalian dan tetaplah bersiap siaga (di perbatasan negeri kalian) dan bertakwalah kepada Allah supaya kalian beruntung." [Aali 'Imraan:200]

• "Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas." [Az-Zumar:10]

• "Tetapi orang yang bersabar dan memaafkan sesungguhnya (perbuatan) yang demikian itu termasuk hal-hal yang diutamakan." [Asy-Syuuraa:43]

• "Dan sesungguhnya Kami benar-benar akan menguji kalian agar Kami mengetahui orang-orang yang berjihad dan bersabar diantara kalian." [Muhammad:31]

• Dan orang-orang yang sabar karena mencari keridhaan Tuhannya, mendirikan shalat, dan menafkahkan sebagian rezki yang Kami berikan kepada mereka, secara sembunyi atau terang-terangan serta menolak kejahatan dengan kebaikan, orang-orang itulah yang mendapat tempat kesudahan (yang baik). [AR RA'D: 22]

• Apa yang di sisimu akan lenyap, dan apa yang ada di sisi Allah adalah kekal. Dan sesungguhnya Kami akan memberi balasan kepada orang-orang yang sabar dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan. [AN NAHL: 96.]

Barangsiapa bersabar maka Allah akan menyabarkannya,
Barangsiapa merasa cukup maka Allah akan Mengayakannya,
Barangsiapa menjaga dari meminta-minta maka Allah akan memeliharanya
dan tidaklah seorang hamba diberi rezeki yg lebih lapang selain sabar.
[HR: Ahmad]

.♥♥. Bacalah...! Maka Kau Akan Mengerti .♥♥.

• Bacalah tentang dirimu, maka aku akan mengerti bahwa sesungguhnya dirimu adalah indah. ALLAH telah menciptakanmu dengan begitu teratur dan sempurna, maka dari itu berbanggalah menjadi muslimah dengan menjadi taat kepada_NYA.

DIA tetap memeliharamu bahkan saat kau tidak mencintai_NYA, DIA mengasihimu dan tetap memberikan kepadamu jatah rizki, bahkan disaat kau mengkhianati_NYA, dan DIA pun akhirnya memaafkan kesalahanmu saat kau bertaubat, walaupun selanjutnya kau mengulang kesalahan yang sama. Lagi dan lagi. Memang, menebus kecintaan_NYA adalah sangat mustahil dilakukan, maka satu"nya cara untuk membalasnya adalah menjadi hamba yang baik untuk_NYA. Walaupun itu memang sama sekali tidak menguntungkan atau merugikan_NYA, namun percayalah kesetiaan terhadap aturan dan Jalan_NYA, akan selalu membawamu kepada kemuliaan seorang manusia.

Menjadi mulia... ternyata lebih mendamaikan bahkan dari pada sekedar mendapatkan gelar sebagai "kaya". Lalu mengapa harus kau rendahkan dirimu sendiri dengan menyelisihi ALLAH sang Maha Penguasa, hanya demi memenuhi nafsu yang memenuhi rongga dadamu?.

• Bacalah kewajibanmu, maka kau akan mengerti bahwa seorang wanita sangatlah dimuliakan ALLAH lewat sebuah hal yang bernama melayani. Dengan melayani keluarga dan suami, maka kau telah melekatkan sebuah keajaiban pada dirinya sendiri sebagai seorang wanita.

Kau yang dengan segala keringanan mengesampingkan kesenanganmu sendiri demi kebahagiaan yang lain. Aach... Simpanan terbaik apalagi di dunia ini yang lebih selain seorang istri yang begitu sangat sholihah dan mencintai keluarganya diatas kepentingan dan kelegaan hatinya sendiri. Suami adalah kunci munuju SURGA, kehidupan terabadi ditempat yang paling indah. Subhanallah, semoga Akhirnya kehidupan terbaik disana bisa di peroleh.

• Bacalah tentang kekuranganmu, maka kau akan mengerti cara tepat menjadikan dirimu hebat, tanpa harus menjadi dipaksakan untuk sempurna. Kesadaran tentang kekurangan itu akan menjadikan kau pribadi yang tidak sombong dihadapan Yang Maha segala apalagi dihadapan manusia.

Saat kau mengenal kekuranganmu, maka akan banyak kesempatan bagimu untuk melembutkan hati dan mengasah kasih sayangmu untuk selanjutnya kau sebarkan keindahan itu kepada seluruh dunia.

• Bacalah tentang masa lalumu, maka kau akan mengerti betapa ALLAH sangat Maha penyayang dan mengasihimu. ALLAH menuntunmu kepada jalan yang terbaik walaupun kadang kau khianati.

Kasih sayang_NYA tiada batas, walau sering kali kita membatasi diri dengan_NYA lewat dosa- dosa yang kau perbuat. Maka dari itu jangan tunda sujudmu, mohonkanlah ampunan atas jalan salah yang telah kau ukir dalam kebanggan berbuat dosa.

• Bacalah setiap lembaran hidupmu, maka kau akan mengerti betapa ALLAH Subhanahu Wata'ala telah mengembankan kepadamu tugas yang berat dan indah, namun tidak melebihi kemampuanmu.

Kau adalah mampu, walaupun kau suka berputus asa dengan berkata tidak mampu. Kau adalah pemenang, walau sesekali terpuruk menjadi pecundang. Kau adalah Anugrah, maka jangan anggap dirimu sebagai sampah. Kau indah, bahkan terlalu indah untuk sekedar kau caci maki. Kau adalah hamba yang taat, walau sesekali kau salah jalan, namun lihatlah sang Maha Penolong masih tersenyum dalam keteledoran yang kau lakukan.

Dan yakinlah Dia akan selalu memaafkanmu, selama kau ikhlas meminta maaf. Lalu, atas alasan apa lagi kau harus menunda tobatmu, apakah kau perlu harus menyaksikan dahulu kemurkaaan ALLAH atasmu?


♥ Salam Ukhuwah Fillah... :)
ini hanya sekedar Blog... jangan di acak acak ♫♪ ❤ DEWI ❤ ♪♫