Selasa, 18 Desember 2012

♡♡ Menjadi Ibu Panutan ♡♡


Ibu adalah nama lain dari kasih sayang yang indah, yang diberikan ALLAH sebagai rahmat bagi hamba_NYA. Ibu ibarat malaikat yang menjadi pelindung anak- anaknya dari setiap kejahatan yang akan menyakiti mereka. Bahkan ketika manusia terlahir tanpa dampingan seorang ibu, rasanya mereka akan siap menukar apapun yang dimilikinya demi kehadian sang ibu tercinta. Maka tak heran jika seorang ibu selalu diagungkan kebaikannya, baik ketika dia masih ada ataupun sudah tiada.

Maha suci ALLAH yang telah menciptakan kedekatan antara seorang ibu dengan anak- anak mereka, sebagai sebuah kemanusiawian. Setiap anak akan begitu nyaman berada di samping ibunya. Karena itulah, secara alamiah pula, anak-anak melihat ibu sebagai sosok panutan yang patut diikutinya. Seperti spons kering yang menyerap setiap air yang ada di dekatnya, seperti itulah anak- anak dengan polos mencontoh cara berucap, dan bersikap para ibu mereka.

Maka tak dipungkiri lagi, jika ibu adalah ibarat guru pertama bagi anak-anak. Dengan ibu jugalah, anak- anak belajar mengenali dan mempelajari dunia ini. Lalu bagaimanakah sikap kita sebagai seorang ibu, agar kita pantas dijadikan tauladan yang baik untuk anak- anak kita?

Pertama, Menjadi Ibu Yang Penuh Kasih Sayang
Yang pertama dan utama jadilah ibu yang baik dan kasih sayang. Dari sikap terpuji inilah anak- anak akan mengenali dan mencontoh bahwa hanya kebaikan dan kasih sayang lah yang sebenarnya diperlukan jika mereka ingin selalu disayangi, dan diterima oleh kehadirannya oleh sesama. Sebaliknya, mereka juga akan belajar membedakan bahwa perbuatan jahat hanya akan menyakiti orang lain dan merugikan diri mereka sendiri.

Kedua, Ramah Dan Menghargai Orang Lain
Selain itu, ajarkan kepada anak bahwa setiap orang itu berbeda, dan kita harus menghargai perbedaan-perbedaan itu. Tanamkan pada diri anak- anak kita bahwa tidak seorang pun senang diperlakukan kasar. Maka ucapan terima kasih, tolong, dan maaf, harus dibiasakan sedari mereka kecil, agar terpola dalam pikiran anak bahwa sikap ramah adalah hal penting yang dibutuhkan untuk menjalin sebuah persahabatan.

Ketiga, Tegas Dalam Berprinsip.
Kenalkan pada anak- anak kita, bahwa di dunia ini juga ada hal yang tidak bisa kita tawar tentangnya. Sebagai contoh adalah masalah akidah. Kenalkan kepada mereka berikut alasannya tentang kepastian dan kepatenan nilai- nilai tersebut untuk harus selalu kita patuhi.

Keempat, Luangkan Waktu Untuk Komunikasi Yang Hangat


Jika kita mengharapkan anak akan patuh, maka komunikasi yang hangat dari kita sebagai ibu, sangat penting untuk dilakukan. Dan dalam berkomunikasi, anak dan ibu juga membutuhkan banyak waktu. Maka sudah seharusnya kita menyediakan waktu untuk membangun hubungan yang berkualitas dengan anak- anak mereka.


Tunjukkan kepada anak, bahwa dengan berkomunikasi, kita dapat menjadi partner mereka yang baik dalam mencari kebaikan. Jika akhirnya nasehat harus diberikan, maka biarkan terlebih dahulu mereka mengemukakan ide dan pikiran mereka, dan jangan beri batasan agar mereka juga tidak mengambil jarak dengan kita. Dengan itu InshaALLAH mereka akan menjadikan kita sebagai contoh, karena kemampuan kita menjadi pendengar yang merangkul dan mengayomi mereka, saat mereka susah.

Kelima, Bersikap Positif
Sebagai seorang ibu, hendaknya kita berhati- hati dalam bersikap dan berucap. Anak- anak kebanyakan akan meniru materi, pemikiran bahkan gaya bicara kita terutama bila mereka berada di dekat kita. Pembicaraan dan sikap yang positif akan memberikan contoh yang baik pula bagi mereka, agar kelak menjadi pribadi yang positif.

Keenam, Konsisten
Dari semua sikap yang kita berikan kepada anak- anak kita tersebut, maka tak akan ada gunanya jika kita sendiri tidak konsisten dengan yang telah kita ajarkan. Pencontohan sikap baik yang terus menerus dan konsisten, akan lebih mudah terbahasakan kepada anak ketimbang hanya sekedar nasehat atau kata- kata yang kita suarakan ke telinga mereka.





Sumber : Syahidah/Voa-islam.com

Minggu, 16 Desember 2012

♡♡ Inti Kebaikan ♡♡


Nabi Muhammad Shalallahu A'laihi Wasallam yang mulia telah mengumpulkan kebaikan dalam enam macam :

1. berkata benar, 
2. menepati janji, 
3. menunaikan amanah, 
4. menjaga kemaluan,
5. memelihara pandangan, dan 
6. menahan tangan dari hal yang diharamkan.
Mengapa Rasulullah mengumpulkan inti kebaikan hanya menjadi enam macam ??
Kebaikan yang diajarkan dalam islam banyak macamnya. Dari berbagai macam kebaikan itu 
oleh Rasulullah diringkas menjadi enam macam saja. Keenam macam kebaikan ini apabila dipegang teguh oleh seorang mukmin akan mengarahkannya menjadi hamba yang shaleh, terpercaya, dan mulia. Sebaliknya apabila keenam ini terlepas dari dirinya akan berubah 
menjadi sumber kemaksiatan yang menjerumuskan pelakunya menjadi orang yang merugi.

Jika ingin di kumpulkan lagi enam kebaikan itu bisa cukup menjadi Dua saja.
Tiga pertama berkaitan dengan lisan. Tiga berikutnya berhubungan dengan nafsu birahi seseorang. Sabda Rasulullah SAW diatas berkaitan erat dengan sabdanya yang lain yang ,

Diriwayatkan dari Sahl bin Sa'id r.a bahwa Rasulullah SAW bersabda :
"Barangsiapa menjamin padaku apa yang berada antara dua jenggotnya (lisannya) dan apa yang berada diantara kedua kakinya (kemaluannya), aku akan menjaminnya dengan surga". [HR Bukhari]

Berkata benar, menepati janji, dan memenuhi amanah adalah hasil kerja lisan. Dan setiap kata yang terucap oleh lisan selalu mengandung konsekwensi. Baik di dunia maupun diakhirat. Seseorang dituntut untuk berkata benar dalam berbicara. Kalau tidak mampu oleh nabi disarankan untuk diam saja.

Beliau bersabda : “Barangsiapa beriman kepada ALLAH dan hari akhir, berkatalah yang baik atau diam. Saja .” [HR Bukhari]

Sebagai konsekwensi berbicara benar adalah jika seseorang berjanji secara lisan, ia harus menepatinya. Lebih khusus lagi apabila ia diberi amanah dan menerimanya berarti ia berjanji untuk melaksanakan amanah itu.
Seorang pebisnis memberi nasehat kepada anaknya, "Anakku, agar engkau sukses dalam bisnis, kuncinya ada dua. Jujur dan Pandai. Sang anak bertanya: " Apakah jujur dan pandai itu Pak? ". Ayahnya menjawab, : "Jujur adalah kamu menepati setiap janji yang kamu buat. Sedangkan pandai adalah Kamu jangan mudah membuat janji."
Nasehat orang tua itu sebenarnya tidak jauh berbeda dengan nasehat Rasulullah SAW.

Menjaga kemaluan , memelihara pandangan dan menahan tangan dari perbuatan maksiat adalah kunci jaminan masuk surga Rasulullah yang kedua. Perbuatan tersebut mengarah kepada nafsu seksual. Ujung-ujungnya akan menuju kepada perbuatan zina..
Bermula dari saling memandang, enebar senyum, lalu membuka pembicaraan.Keakraban terjadi dan tangan mulai memainkan peran. Apabila nafsu birahi sudah menggelora, perbuatan zina tidak dapat dihindarkan. Orang tersebut tidak mampu menjaga kemaluannya.

Setiap orang berlaku baik atau melakukan kebaikan berharap akan mendapatkan surga. Kepada orang tuapun, ketika kita sewaktu kanak-kanak ingin mendapatkan permen, kita berbuat baik dahulu. Membersihkan rumah, makan yang banyak, sampai memijat punggung orang tua. Perbuatan baik yang ia lakukan mengharapkan imbalan.
Rasulullah SAW memberikan jaminan surga bagi orang yang mengerjakan inti kebaikan.
Sebaliknya jika seseorang sering berkata bohong, tidak menepati janji dan melalaikan amanah yang diberikan Rasulullah SAW tidak bisa menjanjikan surga baginya.
demikian pula seseorang yang tidak bisa menjaga kemaluannya (termasuk menjaga pandangan, perasaan dan perbuatan yang mengarah kepada nafsu birahi), kunci surga lepas darinya. Kalau ia tidak bisa masuk surga , tempatnya tidak lain adalah dineraka. Oleh karena itu, laksanakan nasehat Rasulullah SAW yang cukup sederhana ini dengan mengerjakan 6 inti kebaikan...

Sabtu, 14 Juli 2012

♡♡ 7 SUNNAH HARIAN NABI SAW ♡♡



Bismillahir-Rahmanir-Rahim ...
“ Subhannallah Walhamdulillah Wala ilaha illallah Allahu Akbar !”

Kita semua menyadari bahwa HIDUP INI HANYALAH SESAAT. Dan kita akan HIDUP SELAMANYA DI AKHIRAT kelak. Keadaan inilah yang membangun ’semangat berjibaku’ agar kita semua MENGELOLA HIDUP yang sesaat ini untuk kebahagiaan selama-lamanya di akhirat, kelak.

Tidaklah heran, mengapa orang Mukmin semakin hari semakin bertakwa. Karena merekan tahu dan sadar bahwa SEMAKIN HARI SEMAKIN DEKAT PERJUMPAAN DENGAN ALLAH SWT. Sehingga hari-harinya dilalui dengan kesibukan untuk MEMPERBAIKI DIRI dalam kebaikan.

Salah satu usahanya adalah melahirkan perbaikan dan kebaikan dengan MENGAMALKAN SUNNAH HARIAN Rasulullah SAW.

Rekan-rekan se-iman, marilah kita menghentikan sejenak aktifitas kita sehari-hari yang menyibukkan diri, agar kita dapat sejenak waktu untuk BERHENTI, BERPIKIR, MERENUNG dan MENCONTOH teladan kita semua RASULULLAH SAW, melalui serial Artikel singkat ” 7 Sunnah Harian NABI SAW ”, agar menjadikan hidup kita lebih bermakna, untuk mempersiapkan diri kita dalam menghadapi sisa-sisa kehidupan kita.

1. Shalat Tahajud ...

Kita semua mengetahui, bahwa Shalat Tahajud adalah SHALAT TERAMAT PENTING SETELAH SHALAT FARDHU (wajib) lima waktu. Karena dengan shalat Tahajud Allah SWT akan MENGANGKAT DERAJAT kehidupan manusia.
Shalat Tahajud dilakukan diwaktu malam (setelah tidur) karena disaat malam-sunyi tersebut melakukan shalat akan LEBIH KHUSYUK dan bacaan di waktu tsb LEBIH BERKESAN.

Al-Isra : 79 ”Dan dari sebagian malam hendaklah engkau bangun (tahajud), sebagai AMALAN TAMBAHAN untukmu. Semoga Tuhanmu mengangkat (derajatmu) ke tempat terpuji”.

Abu Huraira R.A meriwayatkan RASULULLAH SAW bersabda :”Tuhan kita turun SETIAP MALAM ke langit dunia pada SEPERTIGA MALAM terakhir, dan berfirman – Siapa yang BERDOA kepada-Ku PASTI AKU KABULKAN, siapa yang MEMOHON kepada-Ku PASTI AKU BERI, dan siapa yang MEMOHON AMPUN kepada-Ku, PASTI AKU AMPUNI !” (HR. Al-Jama’ah).

Amr bin Al-Ash meriwayatkan Rasulullah SAW bersabda : ”Sedekat-dekat hamba kepada Allah SWT adalah PADA TENGAH MALAM TERAKHIR. Apabila engkau bisa termasuk golongan orang BERDZIKIR mengingat Allah SWT pada saat itu, maka lakukanlah ” (HR. Al-Hakim).

Salman Al-Farisi meriwayatkan, Rasulullah SAW bersabda : ”Kerjakanlah shalat malam, sebab itu adalah KEBIASAAN ORANG SHALEH sebelum kamu, JALAN MENDEKATKAN DIRI kepada Tuhan, PENEBUS KEJELEKAN, PENCEGAH DOSA, serta PENGHALAU SAKIT ”.

Subhanallah ! Demikian besarnya keutamaan Shalat Tahajud. Marilah kita mulai rutin lakukan !

Pelaksanaan : - Shalat malam sebaiknya DILAKUKAN DI RUMAH, bukan di Masjid. - Bacaan shalat malam BOLEH NYARING dan juga BOLEH PELAN. - Jumlah rakaatnya MINIMAL 2 rakaat, 4, 8, dst, tidak terbatas. - Diakhiri dengan SHALAT SUNNAH WITIR 3 rakaat, ganjil.

2. Membaca & Mempelajari AL-QUR’AN ...

Rekan Muslim, terjadinya berbagai masalah kompleks dalam kehidupan pribadi, keluarga, organisasi, perusahaan dan bernegara, terjadinya karena semua bersumber kepada AL-QUR’AN TIDAK DIJADIKAN SEBAGAI PETUNJUK dan PEDOMAN HIDUP.

Kinilah saatnya kita ”kembali untuk mendalami” kitab yang bersumber dari Allah SWT! (bukan karangan manusia !) tersebut.

Al-Qur’an sebaiknya dipelajari secara SISTEMATIS, diungkap maknanya, digali kandungannya dan isinya sebagai PEDOMAN HIDUP. Bahkan secara transendental-psikologis, Al-Qur’an harus didekati secara emosional, MELIBATKAN PERASAAN dalam upaya menyelami makna terdalam dan hikmah tertinggi yang dimiliki.

”Dan apabila dibacakan ayat-ayat Allah SWT yang maha Pemurah kepada mereka, mereka MENYUNGKUR, BERSUJUD dan MENANGIS” (QS. Maryam : 58)

HR.Tirmidzi : ”Al-Quran adalah kitab Allah SWT yang berisi SEJARAH UMAT sebelum kamu, BERITA UMAT sesudahmu, kitab yang MEMUTUSKAN/menyelesaikan urusan di antara kamu, yang nilainya bersifat PASTI & ABSOLUT. Siapa saja yang durhaka ”meninggalkannya” pasti Allah SWT akan ”memusuhinya”. Siapa yang MENCARI PETUNJUK SELAIN AL-QUR’AN, PASTI AKAN TERSESAT. Al-Qur’an adalah tali Allah yang sangat kuat, PERINGATAN YANG BIJAKSANA dan JALAN YANG SANGAT LURUS”.

Langkah yang sebaiknya kita lakukan adalah dengan : - Membacanya - Mencatatnya - Menghafalnya - Memahaminya - Mengamalkannya

Perlu diingat, bahwa Al-Qur’an baru terbukti menjadi petunjuk ketika ada KENYATAAN DALAM PRAKTEK KEHIDUPAN kita. Agar pendalaman Al-Qur’an yang kita lakukan semakin berimplikasi positif bagi kita dan manusia secara umum, maka dalam MENGEKSPLOITASI isi, kisah, hikmah Al-Qur’an seharusnya kita belajar kepada para ulama yang sudah lebih awal dan lebih panjang menadaburi Al-Qur’an termasuk sejumlah tafsir dan karya tulis.

Sedemikian pentingnya sebuah kandungan makna/isi Al-Qur’an, sampai Allah SWT berfirman :
”Kalau sekiranya kami turunkan Al-Qur’an kepada sebuah gunung, pasti kamu akan melihatnya TUNDUK TERPECAH-PECAH disebabkan TAKUT KEPADA ALLAH SWT. Perumpamaan itu Kami buat untuk manusia supaya mereka BERPIKIR ! ” (QS. Al-Hasyr : 21)

3. Shalat Shubuh Berjamaah di Masjid ...

Rasulullah SAW menyampaikan sebuah hadits di hadapan para sahabatnya, ketika menanyakan salah seorang jamaahnya tidak terlihat dalam shaf shubuh berkali-kali :

”Sungguh, shalat yang PALING BERAT BAGI ORANG MUNAFIK, adalah shalat Isya dan SHALAT SHUBUH. Sekiranya mereka mengetahui apa yang terkandung di dalamnya, mereka pasti mendatangani keduanya, SEKALIPUN DENGAN MERANGKAK ” (HR. Bukhari-Muslim).

Banyak ulama hadits menilai tentang penjelasan hadits ini, di antaranya bahwa untuk menilai seseorang apakah sungguh-SUNGGUH BERIMAN atau malah MUNAFIK, maka dapat dilihat shalat shubuhnya.

Shalat Shubuh merupakan satu di antara shalat wajib 5-waktu yang mempunyai KEKHUSUS-AN dan memiliki KEUTAMAAN yang luar biasa.

1.Merupakan SHALAT PALING UTAMA yang diwajibkan pada kaum Muslimin. (merupakan shalat yang sejak awal disyariatkan tetap 2-rakaat).

2.ADZAN shubuh berbeda dengan adzan shalat wajib lainnya, dengan menambahkan ’Ash-shaltu khairum minan naum’ – ”shalat itu lebih baik dari tidur, sebanyak 2 kali”.

3. Rasulullah SAW memberikan DOA KHUSUS setelah shalat shubuh, yang berbeda dengan shalat lain. Doa ini sebagai tambahan ’wirid’ penutup shalat.

Diriwayatkan oleh Abu Dzar RA, bahwa Rasulullah SAW bersabda : ”Siapa mengatakan setelah shalat shubuh, SEBELUM MENINGGALKAN TEMPAT DUDUKNYA dan BERBICARA SEDIKITPUN – La ilaha illallahu wahdahu la syarikalah lahul mulku wa lahul hamdu yuhyi wa yuhyi wa yumitu wahuwa ala kulli sya in qadir - sebanyak 10X, maka akan ditulis baginya 10 kebaikan, dihapus 10 kesalahan dan diangkat derajatnya 10 kali lebih tinggi. Satu hari penuh ia terlindungi dari suatu yg tidak disukai, terlindungi dari syetan, tidak ada dosa yang pantas dianggap sebagai dosa, kecuali syirik ” (HR.Tirmidzi).
Rasulullah SAW pernah menasehati Muslim bin harits : ” Jika kamu shalat shubuh, maka bacalah sebelum kamu berbicara – Allahumma ajirni minannar (Ya ALLAH lindungilah aku dari api neraka) – sebanyak 7X, maka jika kamu mati hari itu, ALLAH akan menjauhkanmu dari api neraka ” (HR. Abu Dawud dan Nasa’i).

4. Rasulullah SAW selalu MENYURUH MEMENDEKKAN BACAAN shalat, KECUALI SHALAT SHUBUH !Abu Barzah Al-Islami meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW pada shalat shubuh membaca 60 sampai 100 ayat …..sampai sebentar lagi matahari terbit (HR. Muslim).

5. Rasulullah SAW mempunyai BACAAN KHUSUS SHALAT SHUBUH di HARI JUMAT ! Abu Huraira meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW membaca pada rakaat pertama SURAH AS-SAJADAH dan rakaat kedua SURAH AL-INSAN. Keistimewaan ini tidak terjadi pada shalat wajib lainnya !

6. Shalat shubuh TIDAK BISA DI-QASAR dan DIJAMAK !
Seperti yang juga kita pahami dari beberapa hadits, pada saat shalat shubuh inilah pergantiang malam dan siang dimulai. Pada saat itu pula MALAIKAT MALAM dan SIANG BERKUMPUL dan BERGANTI TUGAS.

”SHALAT BERJAMAAH LEBIH UTAMA dari shalat sendirian sebanyak 25 kali lipat. Malaikat penjaga malam dan siang BERKUMPUL PADA SHALAT SHUBUH” (HR. Bukhari).

ALLAH SWT berfirman : ”Dan dirikanlah SHALAT SHUBUH. Sungguh, shalat shubuh itu DISAKSIKAN OLEH PARA MALAIKAT” (QS. Al-Isra : 78).

Ada lagi hal utama dalam shalat shubuh, adalah – DUA RAKAAT SHALAT FAJAR (shalat sunah sebelum atau qabliyah shubuh) yang LEBIH BAIK DARI DUNIA & SEISINYA (HR. Muslim). Rasulullah SAW mengistimewakan shalat ini dengan menggambarkan bahwa : ”Seandainya dunia dan seisinya ini adalah sebuah kebaikan, maka JAUH LEBIH BAIK 2 RAKAAT SHALAT FAJAR YANG KITA KERJAKAN” !

Selain itu pula, SHALAT SHUBUH BERJAMAAH DI MASJID bisa menjadi PENERANG PADA HARI KIAMAT KELAK, seperti yg disabdakan Rasulullah SAW : ”Berilah kabar gembira bagi orang-orang YANG BERJALAN DI KEGELAPAN MENUJU MASJID (untuk mengerjakan shalat shubuh) DENGAN CAHAYA YANG TERANG-BENDERANG (pertolongan) PADA HARI KIAMAT ! ” (HR. Abu Dawud, Tirmidzi dan Ibn Majah).

Dari semua pengetahuan kita tentang keutamaan SHALAT SHUBUH BERJAMAAH DI MASJID INI, kesombongan apalagi pada diri kita yang akan menghalangi untuk menjalankannya ?

4. Melakukan SHALAT DHUHA ...

”Wahai anak Adam, cukupilah aku dengan melakukan EMPAT RAKAAT SHALAT DHUHA pada pagi hari, maka aku akan MENCUKUPI KEBUTUHANMU pada akhir hayatmu” (HR Ahmad & Abu Ya’la).

Beliau berwasiat kepadaku tentang 3 hal, yang sejak itu aku TIDAK PERNAH MENINGGALKANNYA :
Pertama - Hendaknya aku tidak tidur sebelum mengerjakan SHALAT WITIR
Kedua - Hendaknya aku tidak meninggalkan dua rakaat SHALAT DHUHA (karena shalat DHUHA adalah shalatnya ’awwabin’-orang yg bertobat kepada ALLAH SWT serta meninggalkan maksiat)
Ketiga - Hendaknya aku BERPUASA 3 HARI setiap bulan - (HR. Tirmidzi dan Nasa’i)

Salah satu makna fungsional shalat DHUHA adalah agar pelakunya MENDAPATKAN REZEKI dan DIJAUHKAN DARI KEMISKINAN : ”Shalat DHUHA itu mendatangkan rezeki dan menolak kemiskinan, dan tidak ada yang memelihara shalat kecuali orang-orang bertobat” (HR. Tirmidzi)

”Siapa yang mengerjakan shalat DHUHA 2 rakaat – dia TIDAK AKAN dicatat dalam kelompok orang-orang yang LUPA.
Siapa yang mengerjakan shalat DHUHA4 rakaat – dia dicatat dalam kelompok orang-orang yang AHLI IBADAH.

Siapa yang mengerjakan shalat DHUHA 6 rakaat – pada hari itu segala kebutuhannya DICUKUPI oleh ALLAH SWT.

Siapa yang mengerjakan shalat DHUHA 8 rakaat – maka ALLAH SWT mencatatnya termasuk golongan yang TUNDUK dan menghabiskan waktunya untuk BERIBADAH.

Dan, siapa yang mengerjakan shalat DHUHA 12 rakaat – maka ALLAH SWT membangunkan baginya sebuah ISTANA INDAH DALAM SURGA.Tidak ada dalam sehari-semalam kecuali ALLAH SWT pasti MEMBERIKAN ANUGERAH serta SEDEKAH kepada hambaNYA” (HR. Thabrani dan Abu Daud).

Subhanallah !

5. BERSEDEKAH ...

Maha suci ALLAH SWT, ZAT yang telah membersihkan hati orang-orang beriman dari sifat angkuh dan serakah. ALLAH SWT lah yang menyelipkan ke sanubari orang beriman perasaan iba, simpati sekaligus empati kepada orang-orang yang lemah dan membutuhakan bantuan, melalui bersedekah.

Bersedekah tidak harus besar, yang penting dengan KEIKHLASAN.

Kita bersedekah TIDAK MENGHARAPKAN BALASAN dari orang yang kita bantu. Kita harus yakin ALLAH SWT lah yang akan membalas.

”Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yg luasnya seluas langit dan bumi, yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa. (Yaitu) orang-orang yang MENAFKAHKAN (HARTANYA) DI WAKTU LAPANG & DI WAKTU SEMPIT, dan orang-orang yg menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang. ALLAH menyukai orang-orang yang berbuat baik ” (QS. Ali Imran : 133-134)

” Perbandingan (balasan atau pahala) bagi orang-orang yg MEMBELANJAKAN HARTANYA DI JALAN ALLAH seperti satu biji yg menumbuhkan tujuh cabang, di setiap cabang menjuntai seratus buah, dan ALLAH akan menggandakan (pahala) kepada siapa yang Dia kehendaki, dan ALLAH itu luas (pemberian-Nya) lagi sangat mengetahui ” (QS. Al-Baqarah : 261)

”Siapa yang MEMBANTU MENYELESAIKAN KESUSAHAN SESEORANG di dunia (lebih-lebih lagi saudara sesama Muslim), ALLAH PASTI MEMBANTU MENYELESAIKAN KESUSAHANNYA DI DUNIA dan AKHIRAT ” (HR. Bukhari).
Berkah sedekah bisa sirna jika orang yang bersedekah MENGUNGKIT-UNGKIT dan SELALU MENYEBUT-NYEBUT sedekah itu di depan umum.
Sedekah dapat MEMADAMKAN MURKA ALLAH SWT
Sedekah dapat MEMELIHARA MANUSIA DARI KEJAHATAN
Siapakah yang DIUTAMAKAN UNTUK DIBERI SEDEKAH ?
1- ANAK YATIM, karena sebelum dewasa anak yatim belum dapat mandiri. Mereka adalah TITIPAN ALLAH SWT kepada hamba lainnya yang mampu.
2- FAKIR MISKIN, yang perlu dibantu agar dapat diberdayakan agar mandiri.
3- JANDA dan LANSIA, karena kehilangan tulang punggung pencari nafkahnya, serta kehilangan masa produktifnya.
4- YANG TERLILIT HUTANG
5- YANG TERKENA MUSIBAH

6. SELALU DALAM KEADAAN BERWUDHU ...

Banyak hadits yang sangat menganjurkan untuk TETAP BERWUDHU WALAUPUN TIDAK HENDAK MENDIRIKAN SHALAT.
Berdasarkan sunnah tsb, mulai generasi sahabat hingga orang-orang shaleh, senantiasa mereka MENJAGA WUDHU DALAM SEGALA AKTIFITAS, baik dalam perjalanan, membaca Al-Qur’an, menuntut ilmu, dalam bekerja, ketika hendak tidur, termasuk sebelum & sesudah berhubungan suami-istri.

BERWUDHU BUKAN HANYA DISAAT MENGHADAP ALLAH SWT dalam shalat, tapi juga ketika akan tidur – BERADA DALAM KESUCIAN.

ALLAH SWT berfirman : ”Sungguh, ALLAH menyukai orang-orang yg bertobat dan mereka yang MENYUCIKAN DIRI” (QS. Al-Baqarah : 222).

Abu Hurairah meriwayatkan RASULULLAH SAW, bersabda : ”Pada hari kiamat, karena bekas wudhunya (yang bercahaya). Siapa ingin memanjangkan ghurram-nya silakan lakukan” (HR. Bukhari).

”Siapa yang BERWUDHU (untuk mendapatkan) KESUCIAN, maka ALLAH akan MENETAPKAN BAGINYA DENGAN SEPULUH KEBAIKAN” (HR. Abu Daud)

”Seseorang senantiasa DIANGGAP SEPERTI DALAM KEADAAN SHALAT, asal dia tidak berhadas (= buang angin)” (HR. Bukhari)

7. SELALU BERDZIKIR ...

Dzikrullah memiliki daya hidup. Menghidupkan dan menyemangati jiwa yang rapuh, melapangkan jiwa yang sempit serta membangkitkan keyakinan bagi yang mengalami kelelahan dalam menjalani kehidupan.

DZIKIR yang UTAMA :
* La ilaha illallah wahdahu la syarika lah. Lahul mulku wa lahu hamdu wa huwa ’ala kulli syay’in qadir * Subhanallah wal hamdu lillah wa ilaha illallah wallahu akbar * Subhanallah wa bihamdihi * Subhanallahi wa bihamdihi, subhanallahil azhim * (surah Al-Fatihah)

Rasulullah SAW bersabda : ”Perumpamaan orang yang berdzikir kepada Tuhannya dan orang yang tidak berdzikir, seperti ORANG YG HIDUP dan ORANG YG MATI” (HR. Bukhari)

”Dan laki-laki yang BANYAK MENYEBUT (MENGINGAT) ALLAH disertai dengan perempuan yang banyak menyebut Allah, maka Allah telah menyediakan untuk mereka AMPUNAN & PAHALA YG BESAR ” (QS. Al-Ahzab : 35)
”Maka apabila kami telah menyelesaikan shalat, INGATLAH DI WAKTU BERDIRI, DUDUK maupun BERBARING ….” (QS. An-Nisa : 103)

”Karena itu, INGATLAH KALIAN PADA-KU, niscaya Aku pun akan ingat pada kalian…” (QS. Al-Baqarah : 152)

”INGATLAH TUHANMU SEBANYAK-BANYAKNYA dan BERTASBIHLAH dengan memuji Tuhanmu di waktu petang dan pagi ” (QS. Ali-Imran : 41)

Pribadi yang BERDZIKIR :
Setiap KALAMNYA adalah DAKWAH
Setiap DIAMNYA adalah DZIKIR
Setiap NAPASNYA adalah TASBIH
Setiap PANDANGAN MATANYA adalah RAHMAT
Setiap SUARA TELINGANYA selalu TERJAGA
Setiap PIKIRANNYA adalah BAIK SANGKA
Setiap GERAK HATINYA adalah DOA
Setiap SENTUHAN TANGANNYA adalah SEDEKAH
Setiap LANGKAH KAKINYA adalah JIHAD
Kekuatannya adalah SILATURAHMI
Kesibukannya adalah ASYIK MEMPERBAIKI DIRI
Kerinduannya adalah TEGAKNYA SYARIAT ALLAH SWT

Semoga kita dapat mengambil pengetahuan yang bermanfaat dan bernilai ibadah.AMIN.
Wallahu a’lam bishawab.

Semoga bermanfaat dan penuh Kebarokahan dari Allah.....

 


Dari berbagai sumber : abdullahakmal.co.cc

Kamis, 12 Juli 2012

♡♡ POHON KEBAIKAN ♡♡

Saat masih duduk di bangku Sekolah Dasar, bersama beberapa teman sepulang sekolah, saya menyempatkan diri mencari bibit tanaman di kebun liar. Biasanya, saya pulang membawa beberapa tanaman untuk kemudian ditanam di halaman depan rumah. Entah itu pohon mangga, jambu, rambutan, atau lainnya. Meski dengan rajin saya merawatnya, memagarinya dengan potongan bambu agar tak terusik unggas, menyiraminya setiap pagi dan sore, namun masih saja ada pohon yang mati. Saya berkesimpulan, saya harus menanam lebih banyak pohon sehingga lebih besar peluang saya mendapatkan hasilnya nanti. Jadi, meski ada satu dua pohon yang mati, saya tak perlu khawatir karena masih ada banyak pohon lain yang saya tanam bisa tumbuh subur.

Alhamdulillah, beberapa tahun kemudian saya bisa menikmati hasilnya. Pohon mangga yang saya tanam, tumbuh besar dan berbuah. Begitu pula dengan pohon jambu, rambutan, dan pepaya. Sungguh saya bahagia menyaksikan hasil dari apa yang pernah saya tanam dahulu. Merupakan kepuasan tersendiri bisa menikmati manisnya buah-buahan yang saya tanam sendiri.

Tidak puas sampai di situ, saya juga sering meminta izin kepada para tetangga untuk menamam bibit pohon yang saya temui dari hasil pencarian di kebun liar. Dan beberapa tahun kemudian, seperti halnya pohon yang saya tanam di halaman rumah sendiri, pohon-pohon di halaman rumah tetangga pun tumbuh subur dan berbuah. Apa yang saya dapat? setiap kali pohon-pohon di rumah tetangga itu berbuah, saya diperkenankan untuk ikut menikmatinya. "Ini kan hasil yang kamu tanam dulu, nak," ujar mereka.

Ah,
alam telah sekian lama mengajarkan kepada manusia, apapun yang kita tanam, benih apapun yang kita tebar akan tumbuh sesuai dengan benihnya. Jika pohon mangga yang kita tanam, maka ia akan berbuah mangga. Tak pernah pohon jambu berbuah selain jambu, begitu juga dengan rambutan atau pohon lainnya yang kita tanam. Mengagumkan, kita hanya menanam sebiji mangga di halaman rumah, tapi kemudian kita bisa menikmatinya terus menerus bahkan tidak terbilang jumlahnya.

Alam memberi hikmah, siapapun manusia yang menebar benih dan menanam pohon kebaikan, maka kelak ia akan menuai teramat banyak kebaikan, meski hanya satu kebaikan yang ditanamnya dahulu. Dan karena kebaikan demi kebaikan juga kita tanam di banyak tempat, kelak sampai kapanpun dan ke manapun kita melangkah, kita kan menuai kebaikan. Ini hasil dari apa yang pernah kita tebar sebelumnya.

Namun,
setiap manusia yang menebar benih kejahatanpun kelak kan menuai kerugian maupun kejahatan yang sama. Anda pernah menghina orang, jangan kaget jika suatu ketika Anda dipermalukan oleh orang lain. Sebanyak apapun keburukan yang pernah Anda tebar sebelumnya, pasti kelak Anda kan menuai keburukan di suatu hari. Meski semua itu Anda dapatkan dalam rangka membersihkan diri Anda.

Hmm, kalaulah saya bisa menikmati manisnya buah dari pohon-pohon yang saya tanam dahulu. Pastilah kelak saya bisa menikmati indahnya kebaikan dan keberuntungan dari benih kebaikan yang saya tebar dan tanam hari ini. Semakin banyak yang saya tebar, semakin banyak pula yang kan saya peroleh. Mahasuci Allah.

Jumat, 06 Juli 2012

♡♡ ARTI GHIBAH ♡♡

Rasulullah Shalallahu’alaihi Wasallam Mengajarimu Arti Ghibah Sesungguhnya
Dari Abu Hurairah radhiallahu ‘anhubahwasanya Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam bersabda,

اتدرون ما الغيبه؟ قالوا: الله ورسوله أعلم .قال:الْغِيبَة ذِكْرك أَخَاك بِمَا يَكْرَه قِيلَ : أَفَرَأَيْت إِنْ كَانَ فِي أَخِي مَا أَقُول ؟ قَالَ : إِنْ كَانَ فِيهِ مَا تَقُول فَقَدْ اِغْتَبْته ، وَإِنْ لَمْ يَكُنْ فَقَدْ بَهَتّه

“Tahukah kalian apa itu ghibah?”

Mereka (para sahabat) menjawab, “ALLAH dan Rasul_NYA lebih tahu.”

Kemudian beliau shallahu’alaihi wasallam bersabda, “Engkau menyebut-nyebut saudaramu tentang sesuatu yang ia benci.”

Kemudian ada yang bertanya, “Bagaimana menurutmu jika sesuatu yang aku sebutkan tersebut nyata-nyata apa pada saudaraku?”

Beliau shallallahu ‘alaihi wasallam menjawab, “Jika memang apa yang engkau ceritakan tersebut ada pada dirinya itulah yang namanya ghibah, namun jika tidak berarti engkau telah berdusta atas namanya.” [HR Muslim 2589 Bab: Al-Bir Wash Shilah Wal Adab]



Pelajaran Penting


Syaikh Abdullah al Bassam rahimahullah dalam kitab beliau Taudhihul Ahkam Min Bulughil Maram(IV/599, Kairo) menjelaskan poin-poin penting yang bisa diambil dari hadits diatas:

Definisi Ghibah

Nabi shallallhu’alaihi wasallam menjelaskan makna ghibah dengan menyebut-nyebut saudaramu dengan sesuatu yang ia benci, baik tentang fisiknya maupun sifat-sifatnya. Maka setiap kalimat yang engkau ucapkan sementara saudaramu membenci jika tahu engkau mengatakan demikian maka itulah ghibah. Baik dia orang tua maupun anak muda, akan tetapi kadar dosa yang ditanggung tiap orang berbeda-beda sesuai dengan apa yang dia ucapkan meskipun pada kenyataannya sifat tersebut ada pada dirinya.

Adapun jika sesuatu yagn engkau sebutkan ternyata tidak ada pada diri saudaramu berarti engkau telah melakukan dua kejelekan sekaligus: ghibah dan buhtan (dusta).

Nawawiy rahimahullah mengatakan, “Ghibah berarti seseorang menyebut-nyebut sesuatu yang dibenci saudaranya baik tentang tubuhnya, agamanya, duniannya, jiwanya, akhlaknya,hartanya, anak-anaknya,istri-istrinya, pembantunya, gerakannya, mimik bicarnya atau kemuraman wajahnya dan yang lainnya yang bersifat mngejek baik dengan ucapan maupun isyarat.”

Beliau rahimahullah melanjutkan, “Termasuk ghibah adalah ucapan sindiran terhadap perkataan para penulis (kitab) contohnya kalimat: ‘Barangsiapa yang mengaku berilmu’ atau ucapan ‘sebagian orang yang mengaku telah melakukan kebaikan’. Contoh yang lain adalah perkataa berikut yang mereka lontarkan sebagai sindiran, “Semoga ALLAH mengampuni kami”, “Semoga ALLAH menerima taubat kami”, “Kita memohon kepada ALLAH keselamatan”.

Ibnul Mundzir rahimahullah berkata, “Sabda Nabi shalallahu’alaihi wasallam ذِكْرك أَخَاك (engkau meneybut-nyebut saudaramu) ini merupakan dalil bahwa larangan ghibah hanya berlaku bagi sesama saudara (muslim) tidak ada ghibah yang haram untuk orang yahudi, nashrani dan semua agama yang menyimpang, demikian juga orang yang dikeluarkan dari islam (murtad) karena bid’ah yang ia perbuat.”

Qurthubi rahimahullah mengatakan, “Para ulama telah sepakat bahwasanya ghibah termasuk dosa besar. Mereka berdalil dengan sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam :

فَإِنَّ دِمَاءَكُمْ وَأَمْوَالكُمْ وَأَعْرَاضكُمْ حَرَام عَلَيْكُم

“Sesungguhnya darah kalian, harta kalian dan kehormatan kalian adalah haram atas (sesama) kalian”. (HR Muslim 3179, Syarh Nawai ‘ala Muslim)

Adakah Ghibah yang Diperbolehkan?

Nawawi rahimahullah setelah menjelaskan makna ghibah beliau berkata,
“Akan tetapi ghibah itu diperbolehkan oleh syar’iat pada enam perkara :


1. Kedzoliman, diperbolehkan bagi orang yang terdzolimi menngadukan kedzoliman kepada penguasa atau hakim yang berkuasa yang memiliki kekuatan untuk mengadili perbuatan tersebut. Sehingga diperbolehkan mengatakan,”Si Fulan telah mendzalimi diriku”atau “Dia telah berbuat demikian kepadaku.”


2. Meminta bantun untuk menghilangkan kemungkaran dan mengembalikan pelaku maksiat kepada kebenaran. Maka seseorang diperbolehkan mengatakan, “Fulan telah berbuat demikian maka cegahlah dia!”



3. Meminta fatwa kepada mufti (pemberi fatwa,pen) dengan mengatakan:”Si Fulan telah mendzolimi diriku atau bapakku telah mendzalimi diriku atau saudaraku atau suamiku, apa yang pantas ia peroleh? Dan apa yang harus saya perbuat agar terbebas darinya dan mampu mencegah perbuatan buruknya kepadaku?”

Atau ungkapan semisalnya. Hal ini diperbolehkan karena ada kebutuhan. Dan yang lebih baik hendaknya pertanyaan tersebut diungkapkan dengan ungkapan global, contohnya:

“Seseorang telah berbuat demikian kepadaku” atau “Seorang suami telah berbuat dzalim kepaada istrinya” atau “Seorang anak telah berbuat demikian” dan sebagainya.

Meskipun demkian menyebut nama person tertentu diperbolehkan, sebagaimana hadits Hindun ketika beliau mengadukan (suaminya)kepada Rasulullah shalallahu’alaihi wassalam, “Sesungguhnya Abu Sufyan adalah orang yang sangat pelit.”

4. Memperingatkan kaum muslimin dari kejelekan, contohnya memperingatkan kaum muslimin dari perowi-perowi cacat supaya tidak diambil hadits ataupun persaksian darinya, memperingatkan dari para penulis buku (yang penuh syubhat). Menyebutkan kejelekan mereka diperbolehkan secara ijma’ bahkan terkadang hukumnya menjadi wajib demi menjaga kemurnian syari’at.


5. Ghibah terhadap orang yang melakukan kefasikan atau bid’ah secara terang-terangnan seperti menggunjing orang yang suka minum minuman keras, melakukan perdagangan manusia, menarik pajak dan perbuatan maksiat lainnya. Diperbolehkan menyebutkannya dalam rangka menghindarkan masyarakat dari kejelekannya.


6. Menyebut identitas seseorang yaitu ketika seseorang telah kondang dengan gelar tersebut. Seperti si buta, si pincang, si buta lagi pendek, si buta sebelah, si buntung maka diperbolehkan menyebutkan nama-nama tersebut sebagai identitas diri seseorang. Hukumnya haram jika digunakan untuk mencela dan menyebut kekurangan orang lain. Namun lebih baik jika tetap menggunakan kata yang baik sebagai panggilan, Allahu A’lam. [Syarhun Nawawi ‘ala Muslim, Hal.400]

Washalallahu ‘ala nabiyyina Muhammad wa ‘ala alihi washahbihi wattabi’in

Selasa, 03 Juli 2012

♡♡ PUASA, SHAUM atau SHiYAM ♡♡

• Puasa •

Kita sering menterjemahkan Shaum atau Shiyam dengan puasa, padahal puasa berasal dari kata upawasa istilah agama Hindu. Seperti tertulis dalam kitabnya, sebagaimana yang dikutip oleh Ust. Shiddiq Amien dari buku Candravid 4:9 “Upawasa itu pada hari kamu dilahirkan, ketika kamu menginginkan sesuatu, ketika kamu menyatakan kecintaan antara Athman dan Brahman, tetapi cucilah rambutmu sebelum melakukannya itu”. Pengaruh cuci rambut sebelum puasa ini tertular kepada sebagian umat Islam yang melakukan keramas dan menabuh rebana sehari sebelum Ramadlan atau menjelang Idul Fitri.

Puasa ada pada setiap agama, sebab ibadah dengan menahan diri dari suatu pekerjaan itu adalah latihan yang sangat efektif untuk pertahankan jiwa raga. Sehingga kaum penyembah berhala, agama Mesir kuno, Yunani, Romawi, Yahudi dan Kristen mengenal bentuk ibadah ini. Tetapi ibadah ini bagi mereka bukan merupakan kewajiban melainkan sangat terpuji bagi yang melaksanakannya. Atau dijadikan syarat untuk mencapai tujuan atau meraih keinginan. Misalnya melakukan puasa pada kelahiran (wedal) seseorang yang diharapkan cintanya. Puasa juga dilakukan untuk meredam kemarahan dewa atau makhluk penguasa yang marah, misalnya ketika gunung meletus atau air laut mengamuk. Dilakukan juga dengan memakai sesajian untuk makhluk yang tak jelas wujudnya itu.

Kaum Kristen juga melakukan puasa selama 40 hari, dihitung sejak kematian Yesus sampai kenaikannya. Puasa Kristen berbeda-beda menurut madzhab dan pendetanya masing-masing; ada yang tidak memakan daging dan tidak minum susu selama 40 hari itu, ada juga yang hanya mengurangi makan saja.


• Shaum atau Shiyam •


صام – يصوم – صوما وصياما


صائم – صائمون و صيام


SHAAMA – YASHUWMU adalah bentuk kata kerja sedangkan SHAUM atau SHIYAM adalah bentuk pekerjaan. Orang yang melakukan shaum disebut SHAAIM bentuk jamaknya SHAAIMUNA atau SHAAIMINA kadang menggunakan kata SHAYYAAM.

As-Shiyaamu atau Shaum menurut bahasa adalah :

االامساك عن الشيء والترك له


Al-imsaaku ‘anis Syay-I wa tarku lahu = menahan sesuatu dan meninggalkannya. Mengekang diri dari suatu perbuatan atau diam adalah shaum. Kata imam ar-Raghib, shaum menurut bahasa adalah “menahan diri dari perbuatan; makan, bicara, berjalan”. Kuda yang terkekang dengan tali sehingga tidak bisa berjalan bebas disebut sedang shaum, demikian juga binatang yang terkurung atau yang diikat. Kata Abu ‘Ubaydah, “orang yang mogok bicara, mogok makan, dan tidak mau berjalan-jalan disebut sedang shaum”.

Dalam al-Quran ALLAH azza wa jalla membedakan istilah antara SHAUM dengan SHIYAM. Kata shaum lebih cenderung secara bahasa sedangkan kata shiyam digunakan secara syar’i. Perhatikan kedua ayat berikut :

فكلى واشربى وقرى عينا فاما ترين من البشر احدا فقولى انى نذرت للرحمن صوما فلن اكلم اليوم انسيا
“Maka makan, minum dan bersenang hatilah kamu, jika kamu melihat seorang manusia, maka katakanlah: “sesungguhnya aku telah bernazar shaum untuk Tuhan yang maha pemurah, maka aku tidak akan berbicara dengan seorang manusiapun pada hari ini”. [Maryam (19) : 26]

فمن لم يجد فصيام ثلاثة ايام فى الحج وسبعة اذا رجعتم
"Maka wajib shiyam tiga hari dalam masa haji dan tujuh hari (lagi) apabila kamu telah pulang kembali." [Al-Baqarah : 196]


Tetapi Rasulullah SAW dan para sahabatnya demikian juga para imam al-Hadits menggunakan kedua istilah ini secara SEIMBANG dalam arti yang sama.

Adapun shaum atau shiyam menurut syara’ sebagaimana dikemukakan oleh Imam Ahmad Musthofa al-Maraghiy, yaitu :

الامساك عن الاكل والشرب وغشيان النساء من الفجر الى المغرب احتسابا لله, واعدادا للنفس وتهيئة لها لتقوى الله بمراقبته فى السر والعلن
“Menahan diri tidak makan, tidak minum, tidak hubungan suami istri dari mulai fajar sampai maghrib dengan mengharap pahala dari Allah (ikhlas), dan mempersiapkan jiwa untuk taqwa kepada-Nya dengan muraqabah dalam keadaan sembunyi maupun terang-terangtan.” Yang dimaksud dengan muraqabah adalah pengetahuan seorang hamba akan perhatian dan tatapan ALLAH kepadanya, sehingga apapun yang ia lakukan, dimanapun, dan kapanpun ia menyadarinya bahwa ALLAH akan memperhitungkan segala amalnya.

Pengertian shiyam ini sesuai dengan firman ALLAH SWT dan sabda Rasulullah SAW :

ياأيها الذين ءامنوا كتب عليكم الصيام كما كتب على الذين من قبلكم لعلكم تتقون
“Wahai orang-orang yang beriman, telah diwajibkan atas kamu shaum, sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu, agar kamu bertaqwa.” [Al-Baqarah :183]

من صام رمضان ايمانا واحتسابا غفرله ما تقدم من ذنبه
“Siapa yang shaum Ramadlan karena iman dan mengharap ganjaran (ikhlas) ia akan diampuni dosanya yang telah lalu” (HR. Bukhariy).
FADLILAH SHAUM

1. Shaum adalah ibadah yang diwajibkan ALLAH sejak dulu, firman_NYA :

ياأيها الذين ءامنوا كتب عليكم الصيام كما كتب على الذين من قبلكم لعلكم تتقون
“Wahai orang-orang yang beriman telah diwajibkan bagi kamu shiyam, sebagaimana telah diwajibkan kepada orang-orang sebelummu supaya kamu bertaqwa”. [Al-Baqarah : 183]

Disebutkan bahwa kepada orang-orang yang terdahulu juga diwajibkan, hal ini agar tidak menjadi beban bagi orang yang beriman sekarang, sebab pekerjaan yang berat akan terasa ringan bila orang lain juga ikut melakukannya.

Kewajiban shiyam bagi orang-orang yang beriman adalah sebagai bukti kasih sayang ALLAH kepada mereka. Disamping pahalanya yang besar, shiyam juga berpengaruh positif terhadap segala aspek kehidupan manusia.


2. Semua ibadah bertujuan agar pelakunya menjadi orang yang bertaqwa, tetapi ALLAH menyebutkan ibadah shiyam secara khusus.

ياْيها الناس اعبدوا ربكم الذى خلقكم والذين من قبلكم لعلكم تتقون
“Hai manusia, sembahlah Tuhanmu yang telah menciptakanmu dan orang-orang yang sebelummu, agar kamu bertaqwa”. [Al-Baqarah : 21]


3. Shaum Ramadlan adalah salah satu rukun Islam. Sabda Rasulullah SAW :

بني الاسلام على خمس: شهادة ان لا الا الله وان محمدا رسول الله, واقام الصلاة, وايتاء الزكاة, والحج, وصوم رمضان
“Islam dibangun di atas lima pokok; meyakini bahwa tidak ada ilah selain Allah dan meyakini bahwa Muhammad itu utusan ALLAH, mendirikan shalat, membayar zakat, haji, dan shaum Ramadlan”. [HR. Al-Bukhariy]


4. Shaum sebagai pengendali ndi akhirat seorang shaaim bau mulutnya paling harum.
Sabda Rasulullah SAW :

قال الله : كل عمل ابن ادم له الا الصيام فانه لي وانا اجزي به, والصيام جنة, واذا كان يوم صوم احدكم فلا يرفث ولا يصخب, فان سابه احد او قاتله فليقل اني امرؤ صائم. والذي نفس محمد بيده لخلوف فم الصائم اطيب عند الله من ريح المسك. للصائم فرحتان يفرحهما: اذا افطر فرح واذا لقي ربه فرح بصومه
“Setiap amal Ibnu Adam itu untuknya kecuali shaum. Shaum itu untuk_KU. Shaum itu sebagai tameng, sebab itu pada hari salah seorang diantara kamu shaum janganlah berbuat rafats dan berbuat bodoh. Jika ia diperangi seseorang atau dicaci, katakanlah, ‘inni-mru-un shaaimun, (aku orang yang sedang shaum). Sabda Rasulullah SAW ‘demi diri Muhammad ada di-Tangan_NYA, bau mulut seorang yang shaum lebih harum di sisi ALLAH daripada minyak wangi. Orang yang shaum itu mempunyai dua kegembiraan; saat ia berbuka waktu maghrib dan disaat ia bertemu dengan ALLAH karena shaumnya.” [HR. Al-Bukhariy]


5. Shaum mendapat perhatian lebih dari ALLAH, karena orang yang shaum itu tidak terlihat, berbeda dengan orang yang shalat, zakat dan haji. Dalam hadits lain disebutkan:

كل عمل ابن ادم يضاعف: الحسنة عشر امثالها الى سبعمائة ضعف, قال الله عز وجل: الا الصوم. فانه لي وانا اجزي به: يدع شهوته وطعامه من اجلي
...
“Setiap amal Ibnu Adam akan dilipatgandakan; kebaikan akan dilipatgandakan 10 kali lipat sampai 700 kali. Firman ALLAH, ‘kecuali shaum, sesungguhnya itu untuk_KU dan AKU akan membalasnya. Ia meninggalkan makanannya, minuman dan syahwatnya karena_KU”. [HR. Muslim]


6. Shaaimun mempunyai pintu khusus untuk masuk surga. Sabda Rasulullah Saw:

ان في الجنة بابا يقال له الريان, يدخل منه الصائمون يوم القيامة لا يدخل منه احد غيرهم, يقال: اين الصائمون؟ فيقومون, لا يدخل منه احد غيرهم, فاذا دخلوا اغلق, فلم يدخل منه احد
“Bahwa di surga itu ada sebuah pintu yang bernama ar-Royyaan, melalui pintu itu orang-orang yang shaum masuk surga pada hari kiamat, tidak diizinkan oleh ALLAH untuk memasukinya selain orang-orang yang shaum. Diserukan, “Mana asshaaimun?” kemudian mereka berdiri. Tidak ada yang masuk seorang pun selain mereka. Setelah semua shaaimun masuk, pintu itu dikunci setelah itu tidak akan ada yang masuk ke sana seorang pun.” [HR. Al-Bukhariy]


7. Keutamaan lain dari beribadah shaum adalah dapat menahan syahwat terhadap perempuan, menyehatkan badan karena makan teratur, menghemat pengeluaran karena makan terbatas dan lain-lain.



Sumber : www.persis.or.id

Sabtu, 02 Juni 2012

♡♡ KECANTIKAN ♡♡

بِسْــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِي



"cantik alami lebih baik dari pada make-up yang mengelabui"



Cantik itu tidak selalu identik dengan make-up dan penampilan.

Jujur saya wanita, saya suka berhias ketika mungkin akan tidur atau bepergian.
Menghadap ALLAH pun berhias untuk menyembunyikan rambut agar tak terlihat.
Namun koridor saya tak memiliki make-up seperti lipstik dan lain-lain.

Make-up saya disini hanya bercermin. Dan memperhatikan keindahan jilbab itu saja.


Bahkan bisa jadi saya sedikit Phobia dengan make-up tebal.
Saya selalu mengingatkan siapapun tolong make-up seadanya jangan berlebihan.
Ibuku, adikku, saudaraku.

Perlukah sebuah make-up itu untuk mempesona, atau agar eksis terbilang *cantik*?
Sekedar mempesona dihadapan suami tak apalah.
Terkadang kita lupa make-up apa saja yang kurang diperoleh agar bibir ini pas.

Jujur naluri bermake-up bagi wanita bisa jadi karena kebiasaan ibu berdandan,
atau diam-diam lihat gaya selebriti papan penggilesan ... ups.


Saya juga suka lihat si A, make-upnya minimalis.
Tapi gak tahu kenapa tiba-tiba si A berubah jadi berminyak,
belum lagi ribet harus bawa make-up kemana-mana biar bedaknya gak lunturr
kaya ngasih pemutih.

Lupa bertahan pada iffah dan izzah make-upnya sembarang tempat agar eksis.

Saya juga sering melihat wanita berjilbab tapi tak bisa lepas dari make-up.
Terkadang ingin sekali tangan ini bisa menjamah dan berkata berhias yang baik.
Dalam islam memakai bedak tebal, eye shadow, lipstik dengan warna mencolok
dan merangsang, dan lain sebagainya, itu sudah dalam kategori TABARUJ. (Berhias berlebihan).


Tapi kalau pernikahan bagaiamana?
Ya, boleh saja kenapa tidak? Tapi ingat tidak berlebihan.
Saya ingatkan tidak berlebihan. Karena yang berlebihan kadang bukan semakin cantik
tapi semakin menyeramkan.


“Janganlah mereka memukul-mukulkan kakinya agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan.” [Al-Nuur : 31]

Untuk apa berusaha keras menutup aurat namun masih berdandan berlebihan?
Bukankah tujuan berjilbab karena ingin menyingkirkan sebuah tradisi jahiliyah?
Bukankah tujuan menutup aurat karena tak ingin menampakkan perhiasan?

Kalau kamu merasa cantik, kenapa tak Pede tanpa make-up?
Kalau kamu merasa cantik, kenapa harus khawatir dengan orang lain yang mengatakan
kamu pucat?


C : eria
A : anggun
N : nikmat
T : erpukau
I  : indah
K : karena_NYA


upgrade Kecantikan : Keindahan Cinta_NYA yang dinantikan

ukhti renungkan sejenak,
Berapa banyak menghabiskan untuk membeli make-up tak berguna?

sadarkah kita,
akan nilai kecantikan sesungguhnya?
cantik yang menurut mata hawa nafsu itu begitu banyak tak bisa dilukiskan?

Jagalah, binalah kecantikanmu
dengan siraman yang bermandikan make-up

Hiasilah dengan harumnya namamu yang menyandang gelar wanita bukan dengan parfum.
Cobalah bercermin pada air yang memantulkan bayangannya.


Imam Ath-Thabrany mengisahkan dalam sebuah hadist,
dari Ummu Salamah radhiyallahu ‘anha, dia berkata, “Saya berkata, ‘Wahai Rasulullah, jelaskanlah kepadaku firman ALLAH tentang bidadari-bidadari yang bermata jeli’.”


Beliau menjawab, “Bidadari yang kulitnya putih, matanya jeli dan lebar,
rambutnya berkilai seperti sayap burung nasar.”


Saya berkata lagi, “Jelaskan kepadaku tentang firman ALLAH,
‘Laksana mutiara yang tersimpan baik’.” [Al-waqi’ah : 23]


Beliau menjawab, “Kebeningannya seperti kebeningan mutiara di kedalaman lautan,
tidak pernah tersentuh tangan manusia.”


Saya berkata lagi, “Wahai Rasulullah, jelaskan kepadaku firman ALLAH,
‘Di dalam surga-surga itu ada bidadari-bidadari yang baik-baik lagi cantik-cantik’.”
[Ar-Rahman : 70]


Beliau menjawab, “Akhlaknya baik dan wajahnya cantik jelita”

Saya berkata lagi, Jelaskan kepadaku firman ALLAH,
‘Seakan-akan mereka adalah telur (burung onta) yang tersimpan dengan baik’.”
[Ash-Shaffat : 49]


Kecantikan tak berharga tinggi dibandingkan dengan kemuliaan.

Katakan untuk : Aku berhias hanya untukmu akhi suamiku.

Berhias mestilah dilakukan secara sederhana, karena tujuan berhias agar ia kelihatan bersih dan senang dilihat oleh suami. InsyaALLAH ... :)

Senin, 28 Mei 2012

♡♡ SALING MENCINTAI KARENA ALLAH ♡♡



بسـم الله الـر حمـن الـر حيــم

إن الحمد لله نحمده ونستعينه ونستغفره ونعوذ بالله من شرور أنفسنا ومن سيئات أعمالنا، من يهده الله فلا مضل له من يضلل فلا هاديله، وأشهد أن لا إلـه إلا الله وحده لا شريك له، وأشهد أن محمدا عبده ورسوله.

Segala puji bagi Allah, kita memujinya, memohon pertolongan dan ampunan kepadaNya kita berlindung kepada Allah dari kejahatan diri kita dan kejelekan amalan-amalan kita, barangsiapa yang Allah beri petunjuk, maka tidak ada yang dapat menyesatkannya, dan barangsiapa yang Allah sesatkan, maka tidak ada yang dapat memberinya hidayah.
Aku bersaksi bahwa tidak ada yang berhak disembah dengan benar kecuali hanya Allah semata, tidak ada sekutu bagiNya, dan aku bersaksi bahwasanya Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa Sallam adalah hamba dan utusan Allah.

يأيها الذين ءامنوا اتقوا الله حق تقاته، ولاتموتن إلاوأنتم مسلمون۝


“Hai orang-orang yang beriman bertaqwalah kepada Allah dengan sebenar-benarnya taqwa dan janganlah kalian mati kecuali dalam keadaan Islam.” (QS. Ali ‘Imran : 102)

يأيهاالناس اتقواربكم الذى خلقكم من نفس وحدة وخلق منهازوجها وبث منهمارجالاكثيرا ونساءۚ واتقوا الله الذى تساءلون به والأرحامۚ إن الله كان عليكم رقيبا۝


“Wahai manusia, bertaqwalah kepada Rabb-mu yang telah menciptakanmu dari diri yang satu, dan daripadanya Allah menciptakan isterinya, dan daripadanya keduanya Allah memperkembangbiakkan laki-laki dan perempuan yang banyak. Dan bertaqwalah kepada Allah yang dengan (menggunakan) NamaNya kamu saling meminta satu sama lain dan (peliharalah) hubungan silahturrahim. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasimu.” (QS. An-Nisa’ :1)

يأيهاالذين ءامنوا اتقوا الله وقولوقولاسديدا۝ يصلح لكم أعملكم ويغفرلكم ذنوبكمۗ ومن يطع الله ورسوله، فقدفازفوزاعظيما۝


“Wahai orang-orang yang beriman bertaqwalah kamu kepada Allah dan katakanlah dengan perkataan yang benar, niscaya Allah memperbaiki bagimu amalan-amalanmu dan mengampuni bagimu sosa-dosamu dan barangsiapa mentaati Allah dan RasulNya, maka sesungguhnya ia telah mendapat kemenangan yang besar.” (QS. Al-Ahzaab : 70-71)

Amma ba’du :

فإن أصدق الحديث كتاب الله وخير الهدي هدي محمد صلى الله عليه وسلم، وشرالأمور محدثاتها وكل محدثة بدعة وكل بدعة ضلالة وكل ضلالة فيالنار.

“Sesungguhnya sebenar-benar perkataan adalah Kitabullah, sebaik-baik petunjuk adalah petunjuk Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa Sallam, seburuk-buruk perkara adalah yang diada-adakan dalam agama, setiap yang diada-adakan adalah bid’ah dan setiap bid’ah itu sesat dan setiap kesesatan itu ditempatnya di Neraka.” (1)

Sesungguhnya cinta dan benci karena Allah Subhanallahu wa Ta’ala merupakan pintu yang sangat agung di antara pintu-pintu kebaikan di akhirat. Dan merupakan sebab seseorang mendapatkan kelezatan iman di dunia. Sebagian orang mengira bahwa cinta dan benci merupakaan suasana hati yang tidak mampu manusia mengendalikannya. Bagaimana ia bisa memaksakan diri untuk mencintai ini dan membenci itu!?
Sebagaimana yang dimaklumi dalam Islam bahwa hati mengikuti aqidah dan iman yang ada di dalamnya. Barangsiapa beriman bahwa Allah adalah Rabb, Islam sebagai agama dan Muhammad sebagai Rasul, maka ia pasti mencintai orang-orang yang mencintai Allah Subhanallahu wa Ta’ala. Oleh karena itu cinta karena Allah dan benci juga karena Allah merupakan kewajiban atas setiap Muslim.

Allah telah memperingatkan kita dari sikap berlebihan pada kedua perkara ini. Agar tidak terjadi kekacauan di muka bumi dan kerusakan yang besar. Sebagaimana yang disebutkan di akhir surat al-Anfaal :

والذين كفروا يعضهم أوليـاء بعضۚ إلا تفعلوه تكن فتـنه فى الأرض وفساد كبير۝


“Adapun orang-orang yang kafir, sebagian mereka menjadi pelindung bagi sebagian yang lain. Jika kamu (hai para Muslimin) tidak melaksanakan apa yang telah diperintahkan Allah itu, niscaya akan terjadi kekacauan di muka bumi dan kerusakan yang besar.” (QS. Al-Anfaal : 73)

Allah dan Rasul-Nya Shallallahu alaihi wa Sallam telah menuntun kita bagaimana cara mencintai dan membenci karena Allah. Apabila kita melaksanakannya niscaya akan membawa kita kepada kelapangan dan keteduhan, yakni keimanan dan keamanan.

Oleh karena itu saya kumpulkan hadits-hadits dan perkatan-perkatan yang membicarakan tentang kewajiban kita untuk saling mencintai sesama muslim kemudian saya tuliskan dalam catatan ini semampu saya. Ketika kita telah memahami arti pentingnya saling mencintai karena Allah, niscaya kita akan mencintai saudari kita hanya karena Allah dan bukan dengan maksud tertentu. Saya memohon kepada Allah, karena kecintaanku kepada-Nya dan kepada Rasul-Nya Shallallahu alaihi wa Sallam serta siapa saja yang mencintai keduanya, agar menyatukan hati kaum Muslimin di atas agama yang haq dan menerima amal ini dariku dengan penerimaan yang baik, sehingga menjadi orang-orang yang saling mencintai karena Allah, dan agar menjadi penuntun bagi orang-orang yang saling mencintai karena Allah dengan cara yang lebih lurus dan dengan cara yang lebih indah. Insya Allah.

Saudariku, jangan kau tinggalkan aku dalam ketidaktahuanku.
Saudariku, jangan kau tinggalkan aku dalam ketidakpahamanku.
Saudariku, jangan tinggalkan aku dalam kebodohanku.
Saudariku, jangan kau biarkan aku tersesat dalam jalan yang gelap.
Saudariku, jangan tinggalkan aku sendiri bersama kesepian.

Saudariku, aku ingin nasehat darimu.
Saudariku, aku ingin kau mengajari akan ilmu dien.
Saudariku, aku ingin kasih sayangmu sebagai muslimin.
Saudariku, aku ingin kau marahi di saat aku berlaku salah.
Saudariku, jangan kau diam atas kesalahan yang kulakukan.

Perkataan seorang penyair dalam Al-Hubbu wal Bughdhu Fillaah berkata :

عليك بإغبــاب الزيـارة إنهـا إذا كثرت كانت إلى الهجر مسلكا
فـإني رأيت الغيث يسـأم دائمــا ويسأل ب لأيدي إذا كان ممسكا

“Hindari olehmu sering melakukan kunjungan karena sungguh jika terlalu banyak, akan menimbulkan kebencian.
Sungguh aku lihat hujan bila turun tiap hari akan membuat bosan dan apabila tertahan justru tangan-tangan akan menengadah memohon kedatangannya”.

Seorang penyair lain mengatakan :

أقلـل زيـارتك الصديـق تكون كالثوب استجده
وأمل شـيء لامرىء أن يـزال يـراك عنـده


“Batasilah kunjungan kepada sahabatmu, maka engkau seperti pakaian yang senantiasa baru.
Sungguh seseuatu yang paling membosankan bagi seseorang bila ia selalu melihatmu di sisinya”

Hadbah bin Khasyram berkata :

وابغض إذا أبغضت بغضا مقاربا، فإنك لاتدري متى أنت راجع
وكن معدنا للخير واصفح عن الأذى، فـإنك راء ما عملت وسامع
وأحبب إذا أحببت حبا مقاربا، فإنك لاتدري متى أنت نازع

“Jika engkau membenci, bencilah dengan kebencian sewajarnya, karena sesungguhnya engkau tidak tahu, suatu ketika engkau akan kembali. Jadilah engkau barang tambang bagi kebaikan dan berilah maaf atas kesalahan, karena sesungguhnya engkau melihat dan mendengar apa yang engkau lakukan. Jika engkau mencintai, cintailah dengan cinta sewajarnya sebab engkau tidak tahu, suatu ketika engkau memutus cinta itu.

An Namar bin Taulab berkata :

أحبب حبيبـك حبا رويـدا، فليس يعو لـك أن تصرما
وابغض بغيضك بغضا رويدا، إذا أنت حـاولت أن تحكما

“Cintailah kekasihmu dengan cinta sewajarnya niscaya tidak akan membebanimu, bila kamu memutus cinta itu dan bencilah musuhmu dengan benci sewajarnya, karena bila engkau berusaha mencintainya, maka engkau akan bersikap bijak padanya.”

Umar bin Khattab berkata : “Jika engkau mencintai janganlah berlebihan seperti seorang anak kecil mencintai sesuatu. Dan, jika engkau membenci, janganlah berlebihan hingga engkau suka mencelakai sahabatmu dan membinasakannya.”

Hadits Pertama :
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda :

الدين النصيحة، قلنا: لمن؟ قال: لله ولكتابه ولرسوله ولأئمة المسلمين وعامتهم.

“Agama itu nasehat! Kami bertanya : “Bagi siapa? Rasul Menjawab :”Bagi Allah, KitabNya, RasulNya, para pemimpin kaum muslimin dan bagi segenap kaum muslimin.”(1)

Hadits Kedua :
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda :

أحبب حبيبك هونا ما عسى أن يكون بغيضك يوما ما وأبغضك هونا ما عسى أن يكون حبيبك يوما م
ا.

“Cintailah orang yang kamu cintai sewajarnya, boleh jadi pada suatu hari kelak ia akan menjadi orang yang engkau benci. Dan, bencilah orang yang kau benci sewajarnya, boleh jadi pada suatu hari kelak ia akan menjadi orang yang engkau cintai.” (2)

Hadits Ketiga :
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda :

زرغبا تزدد حبا.

“Kunjungilah (saudaramu) secara jarang-jarang niscaya rasa kasih sayang akan bertambah.” (3)

Hadits Keempat :
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda :

إذا أحب أحدكم أخاه فى الله، فليعلمه، فإنه أبقى في الألفة وأثبت في المودة.

“Apabila salah seorang dari kamu mencintai saudaranya karena Allah hendaklah ia memberitahu kepadanya, karena hal itu dapat melanggengkan kasih sayang dan memperkuat rasa cinta.” (4)

Hadits Kelima :
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda :

من سره أن يجد حلاوة الإيمان فليحب المرء لا يحبه إلا لله عز وجل.

“Barangsiapa yang ingin meraih kelezatan iman hendaklah ia mencintai seseorang hanya karena Allah.” (5).

Hadits Keenam :
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda :

من أحب لله وأبغض لله وأعطى لله ومنع لله فقد استكمل الإيمان.


“Barangsiapa mencintai karena Allah, membenci karena Allah, memberi karena Allah dan menahan (tidak memberi) karena Allah. Sungguh ia telah menyempurnakan keimanan.” (6)

Hadits Ketujuh :
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda :

لا تدخلون الجنة حتى تؤمنوا، ولا تؤمنوا حتى تحابوا، أولا أدلكم على شيء إذا فعلتموه تحاببتم؟ أفشوا السلام بينكم.

“Kalian tidak akan masuk Surga hingga beriman. Dan kalian tidak akan beriman hingga saling berkasih sayang. Maukah kalian aku beritahu seseuatu yang apabila kalian melakukannya niscaya kalian akan saling berkasih _sayang? Sebarkanlah salam diantara kalian”. (7)

Hadits Kedelapan :
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda :

إذا أحب أحدكم صاحبه فليأته في منزله، فليخبره بأنه يحبه لله عز وجل.

“Apabila salah seorang di antara kamu mencintai sahabatnya, hendaklah ia mendatangi rumahnya dan memberitahukan kepadanya bahwa ia mencintainya karena Allah”. (8).

Hadits Kesembilan :
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda :

ماتحاب رجلان في الله تبارك وتعالى إلا كان أفضلهما أشدهما حبا لصاحبه.

“Apabila dua orang laki-laki saling mencintai karena Allah, maka yang paling utama adalah yang paling mencintai rekannya”. (9)

Hadits Kesepuluh :
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda :

أن رجلا زار أخا له في قرية أخرى فأر صد الله له على مدرجته ملكا فلما أتى عليه. قال: أين تريد؟ قال: أريد أجالي في هذه القرية. قال: هل لك عليه من نعمة تربها؟ قال: لا، غير أني أحببته في الله عز وجل. قال: فإني رسول الله إليك بأن الله قد أحبك كما أحببته فيه.

“Seorang laki-laki mengunjungi saudaranya (seiman) di kota lain. Lalu Allah mengirim satu malaikat untuk mengikuti perjalanannya. Tatkala bertemu dengannya, Malaikat itu bertanya : “Ke manakah engkau hendak pergi? “Ia menjawab : “Aku hendak mengunjungi saudaraku di kota ini’.Malaikat itu bertanya lagi : “Adakah suatu keuntungan yang engaku harapkan darinya?’ Ia menjawab : ‘Tidak ada, hanya saja aku mencintainya karena Allah. Maka malaikat itu berkata : “Sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepadamu untuk menyampaikan bahwa Allah mencintaimu sebagaimana engkau mencintainya karena Allah”. (10).

Hadits Kesebelas :
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda :

تهادوا تحابوا.


“Hendaklah kalian saling memberi hadiah, niscaya kalian akan saling menyayangi”. (11)

Hadits Keduabelas :
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda :

إذا أحب الله عبدا نادى جبريل: إن الله يحب فلانا، فأحبه، فيحبه جبريل، فينادي جبريل في أهل السماء: إن الله يحب فلانا، فأحبوه، فيحبه أهل السماء، ثم يوضع له القبول في أهل الأرض.


“Apabila Allah mencintai seorang hamba niscaya Jibril akan berseru : “Sesungguhnya Allah mencintai fulan, maka cintailah dia. Maka Jibril pun mencintainya, lalu Jibril menyerukan kepada penghuni langit : “Sesungguhnya Allah mencintai fulan, maka cintailah dia. Maka penghuni langit pun mencintainya, kemudian diberikan kepadanya penerimaan yang baik di kalangan penduduk bumi”. (12)

Hadits Ketigabelas :
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda dalam sebuah riwayat dari Rabbnya :

قال الله تعالى: حقت محبتي للمتحابين في.


“Allah berfirman : “Cinta-Ku telah ditetapkan bagi siapa saja yang saling mencintai karena Aku”. (13)

Hadits Keempatbelas :
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda :

إن الله يقول يوم القيامة: أين المتحابون بجلالي اليوم أظلهم في ظلي يوم لا طل إلا طلي.

“Sesungguhnya Allah akan bertanya nanti pada hari Kiamat : “Dimanakah orang-orang yang saling mencintai karena keagungan-Ku? Pada hari ini Aku akan menaungi mereka di bawah naungan-Ku yang tiada yang tiada naungan kecuali naungan-Ku.” (14)

Hadits Kelimabelas :
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda dalam sebuah riwayat dari Rabbnya :

قال الله عز وجل: المتحابون في جلالي لهم منابر من نور يغطهم النبيون والشهداء.


“Allah berfirman : “Orang-orang yang saling mencintai karena keagunganKu, bagi mereka mimbar-mimbar dari cahaya yang membuat cemburu para Nabi dan Syuhada”. (15)

Hadits Keenambelas :
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda :

إن من عباد الله عبادا ليسوا بأنبياء، يغبطهم الأنبياء والشهداء، قيل: من هم لعلنا نحبهم؟ قال: هم قوم تحابوا بنور الله من غير أرحام ولا أنساب، وجو ههم نور على منا بر من نور، لا يخافون إذا خاف الناس، ولا يحزنون إذا حزن الناس، ثم قرأ:
ألا إن أوليـاء الله لا خوف عليهم ولا هم يحزنون۝.


“Sesungguhnya di antara hamba-hamba Allah ada yang bukan Nabi, tetapi para Nabi dan Syuhada merasa cemburu terhadap mereka. Ditanyakan : “Siapakah mereka? Semoga kami dapat mencintai mereka. Nabinya menjawab : “Mereka adalah orang-orang yang saling mencintai karena cahaya Allah tanpa ada hubungan keluarga dan nasab di antara mereka. Wajah-wajah mereka tidak taku di saat manusia takut dan mereka tidak bersedih di saat manusia bersedih. Kemudian beliau Shallallahu ‘alaihi wa Sallam membacakan ayat : “Ingatlah sesungguhnya wali-wali Allah itu, tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati (QS. Yunus : 62). (16)

Hadits Ketujuhbelas :
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda :

ما تواد اثنان في الله عز وجل أو في الإسلام، فيفؤق بينهما إلا بذنب يحدثه أحدهما.

“Tidaklah dua orang saling mengasihi karena Allah atau karena Islam, lalu keduanya berpisah, melainkan pasti disebabkan oleh dosa yang dilakukan salah seorang diantara keduanya.” (17).
Oleh karena itu, apabila salah seorang hamba mulai merasakan kelainan sikap dari saudaranya, maka hendaklah ia mengoreksi dirinya terlebih dahulu, barangkali ia telah melakukan dosa. Jika betul, maka hendaklah ia segera bertaubat agar cinta saudaranya kembali bersemi padanya.”

Hadits Kedelapanbelas :
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda :

سبعة يظلهم الله في ظله يوم لا طل إلا ظله: الإمام العادل، مشاب نشأ في عبادة ربه، ورجل قلبه معلق با لمساجد، ورجلان تحابا في الله، اجتمعا عليه وتفرقا عليه، ورجل طلبته امرأة ذات منصب وجمال فقال: إني أخاف الله، ورجل تصدق أخف حتى لا تعلم شماله ما تنفق يمينه، ورجلذكر الله خاليا ففاضت عيناه.


“Tujuh golongan yang akan dinaungi Allah pada hari yang tiada naungan selainNya : (1) Seorang imam yang adil. (2). Seorang pemuda yang menghabiskan masa mudanya dengan beribadah kepada Rabbnya. (3). Seorang yang hatinya selalu terkait dengan masjid. (4) Dua orang yang saling mencintai karena Allah ; berkumpul karena Allah dan berpisah karena Allah. (5) Laki-laki yang diajak oleh seorang wanita yang tepandang dan dan cantik untuk berzina lantas ia berkata : “Sesungguhnya aku takut kepada Allah.” (6) Seorang yang menyembunyikan sedekahnya hingga tangan kirinya tidak mengetahui apa yang disedekahkan oleh tangan kanannya. (7). Seorang yang berdzikir kepada Allah dengan menepi seorang diri hingga bercucuran air matanya.” (18)

Wallahu a’lam wal muwafiq.

Footnote :
(1). Khutbah ini dinamakan khutbatul haajah, yaitu khutbah pembuka yang biasa dipergunakan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam untuk mengawali setiap majelisnya. Beliau Shallallahu ‘alaihi wa Sallam juga mengajarkan khutbah ini kepada para Sahabatnya. Khutbah ini diriwayatkan dari enam Sahabat Nabi Shallallahu ‘alahi wa Sallam . Diriwayatkan oleh Imam Ahmad (I/392-393), Abu Dawud (no. 1097, 2118), an-Nasa-I (III/104-105), at-Tirmidzi (no. 1105), Ibnu Majah (no. 1892), al-Hakim (II/182-183), ath-Thayalisi (no. 336), Abu Ya’la (no. 5211), ad-Darimi (II/142) dan al-Baihaqi (III/214, VII/146), dari Sahabat ‘Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhu. Hadits ini shahih.
(2). HR. Muslim (II/37 an-Nawawi) dan lainnya dari Hadits Tamim ad-dari radhiyallahu ‘anhu.
(3). Shahiihul-Jaami ash-Shaghiir wa Ziyaadatuhu (176). Syaikh al-Albani telah menjelaskan lebar tentang keshahihannya dalam Ghaayatul Maraam (472).
(4). Shahiihul Jaami’ ash wa Ziyaadatuhu no. 3562)
(5). Hasan lighairihi, diriwatakan oleh Waki’ dalam Kitab az-Zuhd 9337) dengan sanad yang shahih dari Ali bin Al-Husain secara marfu.
(6). (HR. Ahmad (II/298), al-Hakim (I/3 dan IV/168) al-Baghawi dalam Syarhus Sunnah (XII/52-53), Abu Nu’aim dalam al-Hilyah (VII/204), ath-Thayalisi (2495), al-bazaar (63-kasyaf), dan selain mereka dari jalur Yahya bin Abu Sulaim dari Amr bin Maimun dari Abu Hurairah.
(7). Shahih lighairihi, HR. Abu Dawud (2681) dari Jalur Yahya bin al-Harits dari al-Qasim dari Abu Umamah.
(8). HR.Muslim (II./35, Nawawi, dari Abu Hurairah).
(9). Shahih, diriwayatkan oleh Ibnul Mubarak dalam Az-Zuhd (712) dan Abdullah bin Wahab dalam Al-Jaami’ (hal. 36) dari jalur Ibnu Lahi’ah.
(10). Shahih, diriwayatkan oleh al-Bukhari dalam al-Adabul Mufrad (544), Ibnu Hibban (2509), al-Hakim (IV/171) dan al-Baghawi dalam Syarhus Sunnah (XIII/52) dari jalur Mubarak bin Fudhalah.
(11). HR. Muslim (XVI/123-124) dari hadits Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu.
(12). Hasan, diriwayatkan oleh al-Bukhari dalam al-Adabul Mufrad (594), ad-Dulabi dalam al-Kuna (I/150 dan II/7) dan al-Baihaqi (VI/169).
(13). HR. Bukhari (VI/303, X/461, al-Fath), Muslim (XVI/183-184 an-Nawawi), dari hadits Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu)
(14). HR. Ahmad (V/229, al-Hakim (IV/169) dan selain keduanya dari hadits ‘Ubaidah bin ash Shamit).
(15). Muslim (XVI/123, an-Nawawi), dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu.
(16). Shahih, at-Tirmidzi (2390) dan Ahmad (V/236-237) dari jalur Ja’far bin Barqan).
(17) Hasan diriwayatkan oleh Ibnu Hibban (2508), Mawaarid) dari hadits Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu).
(18) Shahiih lighairihi, diriwayatkan oleh al-Bukhari dalam al-Adabul Mufrad (401). Dari jalur Sinan bin Sa’ad dari Anas.
(19). Diriwayatkan oleh al-Bukhari (II/143-Fat-hul Baari) dan lafazh ini adalah lafazhnya, Muslim (VII/121-123), an-Nawawi) dari hadits Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu.

Minggu, 19 Februari 2012

♥♥ TIGA CAHAYA DI HARI KIAMAT ♥♥

Di hari kiamat ada tiga cahaya yang berlainan :

1. Cahaya yang pertama seperti BINTANG - BINTANG
2. Cahaya yang kedua seperti cahaya BULAN.
3. Cahaya yang ketiga seperti cahaya MATAHARI.

Apabila ditanya cahaya apakah ini ? Lalu dijawab :

" Cahaya yang pertama ialah cahaya wajah-wajah manusia yang ketika di dunia,
mereka akan meninggalkan pekerjaan dan terus bersuci dan
mengambil air sembahyang apabila terdengar azan.

Yang kedua ialah cahaya wajah mereka yang mengambil air sembahyang
sebelum azan.

Cahaya yang ketiga ialah cahaya mereka seperti matahari. Mereka di dunia
sudah bersiap sedia di dalam masjid sebelum azan lagi."


Kala Jengking Neraka

Di hari kiamat akan keluar seekor binatang dari neraka jahanam yang bernama
"Huraisy" berasal dari anak kala jengking.

Besarnya Huraisy ini dari timur hingga ke barat.
Panjangnya pula seperti jarak langit dan bumi.
Malaikat Jibril bertanya : "Hai Huraisy! Engkau hendak ke mana dan siapa
yang kau cari?"

Huraisy pun menjawab, "Aku mahu mencari lima orang. Pertama, orang yang
meninggalkan sembahyang. Kedua, orang yang tidak mahu keluarkan
zakat. Ketiga, orang yang durhaka kepada ibu bapanya. Keempat, orang yang
bercakap tentang dunia di dalam masjid. Kelima, orang yang suka minum arak."

Senin, 13 Februari 2012

♥♥ VALENTINE BERDARAH ♥♥

Ini adalah satu kisah tragis yang menimpa seorang anak manusia. Kisah yang teramat tragis, yang tentunya tak akan pernah terbayangkan akan terjadi namun ternyata benar-benar terjadi .

Kisah ini terjadi pada diri seorang gadis desa. Gadis yang dibesarkan di lingkungan keluarga petani. Kehidupan keluarganya tidak jauh berbeda dengan keluarga-keluarga lainnya di desa itu, hidup sederhana.
Ia tumbuh dengan kasih sayang dari kedua orang tua yang sangat menyayanginya, yang senantiasa berharap akan kebahagiaan putrinya. Namun ternyata, di saat gadis yang mereka banggakan itu tumbuh dewasa, apa yang mereka harapkan dan impikan pupus di tengah jalan, berganti dengan kesedihan yang mendalam.

Awalnya, gadis itu baik-baik saja, beraktivitas seperti biasanya. Akan tetapi, mungkin media massa yang menayangkan tontonan yang bersifat tidak mendidik telah mempengaruhi pikirannya. Apalagi, dia adalah gadis normal, dimana ada saat ia akan merasakan ketertarikan terhadap lawan jenis.
Media massa telah mengajarkannya tentang pacaran atas nama cinta. Lakon sang pemuja cinta, begitu diagung-agungkan. Sehingga terbentuklah pola piker dalam kepalanya bahwa pacaran atas nama cinta tiada terlarang, bahkan berkorban untuk sang kekasih hati adalah suatu hal yang terpuji.

Hingga… datanglah hari, dimana awal kehancuran itu akan menimpanya. Ia berkenalan dengan seorang pemuda yang masih satu desa dengannya. Awalnya hubungan mereka baik-baik saja. Namun kemudian berkembang menjadi hubungan yang sudah tidak baik lagi. Ia menerima tawaran sang pemuda untuk menjalin hubungan bernama pacaran dengannya.

Sang pemuda telah mencuri hatinya. Ia telah termakan rayuan gombal yang begitu manis. Siang malam hatinya dipenuhi dengan kerinduan akan bayangan seraut wajah sang pemuda pujaan hati. Ia telah terhanyut dalam arus asmara yang dirasakannya begitu indah dan romantis, persis seperti yang ia lihat di sinetron-sinetron.

Sang pemuda pun berusaha menunjukkan akan keseriusannya. Janji-janji manis ia lontarkan agar sang gadis semakin menggila mencintainya.
Namun, hubungan mesra mereka tak berlangsung lama. Hubungan asmara itu akhirnya tercium juga oleh sang petani, ayah sang gadis. Ayah sang gadis itu pun marah. Ia tak merestui hubungan putrinya dengan pemuda itu. Di mata sang ayah, pemuda itu bukanlah pemuda baik-baik yang pantas untuk mendampingi putrinya.

Sang gadis pun menjadi gelisah. Dadanya terasa sesak. Ia merasa sudah sangat mencintai pemuda itu dan tak mungkin sanggup untuk melepaskannya. Ia pun menjadi nekat. Ia berani berbohong kepada orang tuanya demi untuk mencuri-curi waktu menemui sang pemuda dengan sembunyi-sembunyi.
Di tempat yang sunyi, mereka memadu janji untuk tetap saling setia. Bahwa rintangan apa pun akan mereka hadapi bersama, termasuk rintangan yang datang dari kedua orang tua sang gadis itu sendiri.
Hilanglah rasa malu dari diri sang gadis. Ia telah lupa bahwa dirinya adalah makhluk berharga. Ia lupa bahwa ia memiliki kehormatan yang harus ia jaga sebagai seorang wanita, bahwa kehormatan itu sangat tidak layak ia jual murah hanya dengan kata “atas nama cinta”.

Suatu malam…
Malam yang bagi mereka berdua adalah momen yang harus dirayakan sebagai sepasang kekasih. Malam yang mereka kenal dari media massa sebagai malam kasih sayang, malam valentine. Yah, malam valentine pun telah merasuk ke desa-desa.

Malam itu, mereka mengikat janji untuk bertemu lagi di sawah, di sebuah pondok kecil di tengah sawah. Pemuda itu telah lebih dulu ada di sana menantinya. Tidak butuh waktu lama, gadis yang dinantikan pun muncul. Mereka begitu bahagia.

Bersama, mereka melepaskan kerinduan. Hingga akhirnya sang gadis pun menceritakan perihal ayahnya kepada sang pemuda. Ayahnya masih juga menentang hubungan mereka. Bahkan ayahnya semakin keras melarangnya. Sang gadis pun terlihat sangat sedih.

Pemuda itu mulai menghiburnya dan menenangkannya. Diraihnya tangan sang gadis, dan mereka saling bertatap mata. Pada saat itulah syetan menari-nari di antara mereka. Di bisikkannya kalimat-kalimat syahwat di telinga sang pemuda, hingga muncullah keinginan yang kuat dalam dirinya.
Pemuda itu pun tak mampu lagi membendung hasrat syahwatnya yang sudah sampai di ubun-ubun. Ia merayu gadis itu mati-matian. Namun gadis itu menolak, gadis itu tiba-tiba merasa cemas. Namun sayang, sudah terlambat ia menyadari semuanya. Tempat mereka sangat jauh dari perumahan penduduk.
Pemuda itu memaksanya, gadis itu meronta dan berteriak. Namun apalah daya tenaga wanita jika dibandingkan dengan lelaki, sedang tidak ada lagi manusia yang bisa mendengar teriakannya.

Hingga terjadilah perbuatan laknat itu… Perbuatan yang telah mencabik-cabik kehormatannya. Kehormatan yang seharusnya ia jaga dengan sepenuh jiwa dan raganya, yang seharusnya hanya dipersembahkan kepada suami tercinta yang halal baginya.

Lelaki macam apa ini? Apakah pantas lelaki seperti ini dicintai? Yang merayu sedikit demi sedikit, meyakinkan hati agar ia menjadi tergila-gila kepadanya, sehingga ia bisa mengisap madu suci sang gadis tanpa rasa kasihan. Lelaki yang telah diperbudak oleh nafsunya dan tidak bisa mempergunakan akalnya.
Gadis itu hanya bisa menangis sejadi-jadinya. Sedangkan sang pemuda menjadi bingung akan apa yang telah ia lakukan. Ia berusaha menenangkan sang gadis, namun gadis itu semakin menjadi. Ia menuntut pemuda itu untuk bertanggungjawab akan kekejian yang telah ia perbuat. Namun syetan tak hanya berhenti sampai di situ. Ia terus merasuki kepala sang pemuda, membuatnya kacau dan ketakutan akan dampak dari dosa yang baru saja ia perbuat.

Pikirannya kalap mendengar raungan-raungan sang gadis yang menuntutnya untuk bertanggungjawab. Sedangkan ia tak pernah memikirkan sebelumnya akan arti tanggung jawab. Hingga… ia menjadi kalap dan tak mampu lagi berpikir waras. Dibentaknya sang gadis dengan kasar agar ia segera diam. Namun gadis itu tetap saja menangis. Pemuda itu menjadi sangat kesal, dan tanpa pikir panjang lagi diraihnya leher sang gadis dan dicekiknya hingga mati…

Melihat mayat kekasihnya terkapar tak bernyawa lagi, pemuda itu menjadi panik, ia tak tahu harus berbuat apa. Ia ketakutan dan lari meninggalkan gadis itu sendiri, di tengah sawah yang sunyi, di malam yang gulita, dengan noda yang hina, dengan su’ul khatimah (akhir yang buruk) yang menemani ajalnya dan dengn tawa riang sang syetan laknatullah ‘alaih.

Pemuda yang ia puja telah menipunya. Pemuda yang ia banggakan telah menodainya, pemuda yang selalu ia rindukan telah menyiksanya, pemuda yang telah menjadikannya anak durhaka kepada orang tuanya telah membunuhnya dan pemuda yang selama ini menyanjungnya dengan pujian indah, tega meninggalkannya sendiri dalam sunyi malam sebagai sosok mayat yang tak bernyawa lagi. Tanpa rasa kasihan. Di malam valentine, yang katanya malam kasih sayang, malam perayaan orang-orang kafir… na’udzubillahi mindzalik…
Saudariku…

Itukah bukti bahwa lelaki itu mencintainya? Sebesar itukah pengorbanan yang harus dipertaruhkan? Betapa kasihannya gadis itu. Betapa besar kehinaan yang harus ia bertanggung hanya karena kata-kata cinta palsu.
Tidakkah ini menjadi pelajaran bagimu? Bagaimana Allah dan Rasul-Nya begitu menyayangimu. Ia tak ingin engkau celaka. Karenanya, diturunkannya kepadamu aturan-aturan untuk menjagamu, bukan untuk mengikat dan mengekangmu.
Ia dan Rasul-Nya memerintahkanmu untuk menutup aurat agar engkau senantiasa anggun dan terjaga dari mata-mata serigala yang dipenuhi dengan bisikan-bisikan syetan. Diperintahkannya kepadamu untuk tetap tinggal di rumahmu, taat kepada ibu-bapakmu selama hal itu bukan karena maksiat kepada Allah, menjaga pandangan dan tidak berdua-duaan dengan lelaki yang bukan mahrammu. Tidak ikut-ikutan dengan budaya kaum kafir yang tidak bermanfaat.
Sudah luruhkah keyakinanmu bahwa Allah menciptakan manusia dengan jodohnya masing-masing? Tidakkah lebih baik jika engkau bersabar dalam penantian akan jodoh terbaik yang dipilihkan Allah untukmu?

Saudariku…

Jika lelaki yang mengaku mencintaimu itu benar-benar mencintaimu, ia tidak akan mungkin menghinakanmu. Ia akan menghargaimu dan tidak akan berbuat kurang ajar kepadamu. Ia akan berusaha mendapatkanmu dengan cara yang baik dan halal. Ia akan datang baik kepada kedua orang tuamu dan meminangmu, tidak dengan mengajarimu berbohong dan memancingmu keluar dari rumahmu, jauh dari pengawasan orang tuamu dan berdua-duaan dalam sepi.

Namun, lelaki baru akan menghormatimu jika engkau menghormati dirimu sendiri dan menjaga kehormatanmu sendiri dengan syari’at yang telah ditetapkan-Nya.

Lihatlah, betapa Allah ingin agar engkau terjaga, agar pintu-pintu yang bisa membawamu kepada kehancuran tetap tertutup rapat. Karena mencegah dan bersabar, itu lebih mudah daripada menanggung beban dan akibatnya. Wallahu a’lam.


[ Ditulis ulang dari buku “Karena Cinta Aku Murtad” ]
ini hanya sekedar Blog... jangan di acak acak ♫♪ ❤ DEWI ❤ ♪♫