Senin, 04 April 2011

♥♥ INILAH CINTA DAN KESETIAAN ♥♥

Pada dirinya yang mulia sumber teladan bagi setiap manusia yang
berusaha menggapai ridha-Nya. Terpesona pada kehidupannya yang tak akan pernah
habis dan puas di reguk oleh hamba-hambaNya yang merindukan surga-Nya. Sampai
masalah kehidupan pribadinya pun begitu indah mempesona. Ia memberi teladan
bagi para suami tentang arti cinta dan kesetiaan pada pasangannya yang
sesungguhnya. Cinta itu tak kan pernah lekang oleh ruang dan waktu yang di lewati manusia. Walau sang belahan jiwa tercinta telah keharibaan-Nya. Tapi cinta itu tetap membara di dalam dadanya yang suci dan mulia. Bila ia teringat pada sang kekasihnya tercinta
yang telah tiada, bibirnya yang mulia tak kan jemu senantiasa menyebut namanya, memujinya dan memintakan ampunan untuknya. Adakah para suami istri berhasrat untuk meneladani cinta dan kesetiaannya?

Duhai, para suami,…junjunganmu memberikan contoh yang sangat istimewa dan

mulia. Tentang kisah cinta dan kesetiaannya yang telah disaksikan oleh
istri-istrinya yang lain dan para sahabatnya yang mulia. Generasi seterusnya
dan para ulamapun membukukannya dalam tulisan mereka. Sehingga kisah ini
bukanlah dongengan ataupun khayalan semata. Akan tetapi ia nyata adanya dan
bagi orang yang ingin menirunya tentu pahala menantinya. Tidakkah hatimu tergerak
untuk mewujudkannya?

Rasulmu tercinta yang amat sangat mencintai umatnya adalah sangat menghargai

jasa istrinya. Bukti penghargaan beliau ini diwujudkan dengan tidak menikahnya
beliau dengan wanita lain ketika Khadijah radiyallahu anha masih hidup
mendampinginya. Diriwayatkan oleh Imam Muslim dari jalan Az-Zuhri dari Urwah
radiyallahu anhu bahwa Aisyah radiyallahu anha berkata:

“Nabi Shalallahu alaihi wassalam tidak menikahi wanita lain sampai khadijah wafat”


Hal ini tidak diperselisihkan di kalangan ahli ilmu dan sejarawan yang

menunjukkan betapa agungnya kedudukan khadijah radiyallahu anha dalam hati
beliau, tidakkah engkau memikirkannya?

------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Wahai para istri,…mengapa sangat agung kedudukan Khadijah radiyallahu anha
dalam hati beliau shalallahu alaihi wassalam? Karena ia
telah memberikan pengorbanan dan jasa yang sangat besar dalam kehidupan
suaminya tercinta. Ia tak kenal lelah dan letih begitu setia
mendampingi Rasulullah shalallahu alaihi wassalam dalam berdakwah
mengenalkan islam pada masyarakat Quraisy waktu itu, sehingga sang suami
mendapat berbagai cobaan, ujian dan kesulitan dalam hidupnya. Ia korbankan
harta bendanya untuk sang suami tercinta di jalan dakwahnya, memberikan
dukungan, ketenangan dan kasih sayang yang melimpah ruah dalam rumah
tangganya. Mendidik anak-anak beliau sehingga menjadi penyejuk mata bagi
keduanya. Inilah sosok istri teladan yang patut bagi setiap muslimah untuk
mencontohnya dan mempersembahkannya untuk suami tercinta sehingga rumah tangga
setiap muslim menjadi kokoh dan kuat bangunannya. Wajarlah bila Allah Azza wa
jalla memberikan kabar gembira atas jasa-jasa beliau ini berupa istana di
surga. Dari Abu Hurairah radiyallahu anhu bahwa suatu ketika malaikat Jibril
mendatangi Rasulullah shalallahu alaihi wassalam dia berkata :

”Wahai Rasulullah, itu Khadijah telah datang membawa makanan atau minuman.

Kalau sudah tiba, sampaikan salam kepadanya dari Allah dan dariku, dan berilah
kabar gembira bahwa telah di sediakan untuknya sebuah istana di surga yang
terbuat dari intan permata dan di istana tersebut tidak ada keributan maupun
keletihan”

Selain itu atas jasa besar Khadijah radiyallahu anha yang sangat tulus dalam

memperjuangkan islam akhirnya beliaupun berhak menyandang gelar sebagai wanita
yang terbaik pada umat ini. Dari Ali bin Abu Thalib Radiyallahu anhu bahwa
Rasulullah Shalalahu alaihi wassalam bersabda:

“Wanita mereka yang terbaik adalah Maryam (yakni kepada umat yang didalamnya

terdapat Maryam) dan wanita umat ini yang terbaik adalah Khadijah “

------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Bukankah Allah sangat cepat hisabnya wahai saudariku,…Tidaklah Dia
membalas kebaikan melainkan dengan kebaikan bahkan yang berlipat ganda,
dan tidakkah kita ingin meraihnya?

Untuk para suami yang berusaha membahagiakan sang istri tercinta,…walau

Khadijah radiyallahu anha telah tiada penghormatan beliau padanya tetap
seperti di masa hidupnya. Beliau senantiasa memberikan hadiah pada kerabat dan
kawan-kawan istrinya sebagai bukti nyata cinta beliau bukan hanya isapan jempol
belaka. Sehingga perbuatan beliau ini membuat Aisyah radiyallahu anha sangat
cemburu, Aisyah berkata :

“Aku tidak pernah cemburu kepada satupun diantara istri-istri Rasulullah

shalallahu alaihi wassalam seperti cemburuku kepada Khadijah. Aku tidak
melihatnya, akan tetapi Rasulullah sering menyebut namanya. Terkadang beliau
menyembelih kambing, lalu memotong-motongnya, kemudian membagi-bagikannya
kepada kawan-kawan Khadijah. Pernah aku berkata pada beliau, ‘Seolah-olah tidak
ada perempuan lain di dunia ini selain Khadijah?” Beliau menjawab : “Dia dulu
begini dan begitu. Dan darinya pula aku punya anak”

Tentang perkataan Aisyah”…akan tetapi Rasulullah sering sekali

menyebut namanya”. Ibnu Hajar berkata bahwan dalam riwayat Abdullah
al-Bahiyy dari Aisyah sebagaimana di sebutkan dalam Kitab Ath-Thabrani “beliau
menyebut nama Khadijah, tidak bosan-bosan memujinya dan beristighfar untuknya”

Tentang perkataan Rasulullah Shalalahu alaihi wassalam : “Dia dahulu

begini dan begitu” Ibnu Hajar berkata bahwa maksudnya dia adalah wanita
mulia, cerdas dan sejenisnya.

Dalam kitab Al-Musnad Imam Ahmad menyebutkan riwayat Masruq dari Aisyah

bahwa Rasulullah Shalallahu alaihi wassalam bersabda:

------------------------------------------------------------------------------------------------------

“Dia beriman kepadaku ketika orang-orang ingkar, membenarkanku ketika
orang-orang mendustakanku, membantuku dengan hartanya ketika orang-orang tidak
mau memberi bantuan, dan Allah Subhanahu wa ta’ala memberiku anak darinya
ketika Dia tidak memberiku anak dari wanita lain”

-------------------------------------------------------------------------------------------------------

Imam Nawawi berkata : “Hadits-hadits ini merupakan dalil kesetiaan,
penjagaan cinta kasih, dan penghormatan kepada pasangan hidupnya baik semasa
hidup maupun setelah mati, serta penghormatan kepada para kenalan teman hidup
tersebut”.

Jasa istrinya selalu beliau kenang sepanjang masa, sepanjang perjalanan

hidupnya. Beliau begitu setia, santun, memiliki pergaulan yang baik dengan
istrinya, menjaga kehormatan hidup istrinya baik di saat hidup maupun setelah
tiada serta memuliakan kerabat dan teman-temannya. Cintanya tak pernah lekang di
makan usia bahkan beliau tetap setia mencintainya, senantiasa menyebut namanya.
Betapa indahnya!

Aisyah berkata bahwa Haalah binti Khuwailid saudara perempuan Khadijah

meminta izin bertemu Rasulullah Shalallahu alihi wassalam. Saat itu beliau
teringat akan cara minta izinnya Khadijah yaitu cara minta ijin Haalah yang
mirip dengan Khadijah. Beliaupun terkenang dan terkejut dengan berkata “ Ya,
Allah itu Haalah!” Aisyah yang melihat sikap beliau ini menjadi sangat cemburu.
Aku berkata pada beliau : ”Untuk apa engkau mengingat-ingat perempuan tua yang
sudah tanggal giginya (ompong) dan sudah lama mati, padahal Allah telah
memberimu ganti yang lebih baik darinya”

Tidakkah engkau melihat kecemburuan Aisyah? Cemburu pada wanita yang telah tiada? Rasulullah

tidak pernah melupakannya, melupakan gerak-gerik istrinya di masa hidupnya
semua terekam indah dalam ingatan beliau. Hingga Aisyahpun tak kuasa menahan
kecemburuannya. Adakah yang mau merenungkannya?

========================================================

Pada Rasulullah suri
tauladan yang menawan, semoga dengan membaca kisah cinta dan kesetiaannya
hatimu akan tertawan. Alangkah indah dan manisnya hidup dalam cinta dan
kesetiaan. Sehingga tenanglah hati para istri mengarungi biduk rumah tangga yang
penuh onak dan duri-duri kehidupan. Islamlah solusi kehidupan bagi para
pasangan. Di dalamnya akan kita dapati jalan keluar yang kita butuhkan. Wahai
para suami,…apalagi yang engkau pikirkan? Jika manusia yang paling mulia di atas
bumi ini telah mengajarkanmu arti cinta dan kesetiaan. Tidakkah ingin engkau
persembahkan kepada pasangan hidupmu yang telah Allah halalkan? Dan tentu para istripun akan menambah
pengabdian dan ketaatan mereka padamu karena inilah yang mereka harapkan!

=========================================================

Wallahu‘alam bish-shawwab.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

ini hanya sekedar Blog... jangan di acak acak ♫♪ ❤ DEWI ❤ ♪♫