Sebuah keluarga yang bahagia yang terdiri dari seorang Suami yang baik dan bijaksana,
Seorang istri yang taat dan sholehah dan 2 orang anak yang masih kecil.
Sang suami selalu memanjakan anak dan istrinya dengan perhatian dan kasih sayang.
Dia selalu tersenyum dan membuat hati anak dan istrinya bahagia.
Begitupun dengan sang istri, dia selalu taat dan patuh pada setiap keinginan dan perintah suaminya. Setiap hari, saat suami hendak pergi mencari nafkah, dia selalu mengantarnya
dengan senyum ketulusan dan do’a. begitupun jika suaminya pulang kerja, dia selalu menyambutnya dengan penampilan yang menakjubkan disertai dengan wewangian dan
tidak tertinggal sebuah senyuman tulus menyambut kepulangan sang suami.
Air hangat dan hidangan selalu tersedia dikala sang suami pulang.
Air hangat dan hidangan selalu tersedia dikala sang suami pulang.
Begitupun dengan kedua anaknya. Mereka selalu menemani sang ibu dan senyuman
mereka selalu menghiasi hati ayah dan ibunya. Sang suami pun merasa bersyukur
karena telah dikaruniai seorang istri yang sholehah juga buah hati yang selalu
membuat hatinya berbunga penuh kebahagiaan.
Namun didalam hatinya, dia mempunyai sebuah ketakutan.
Namun didalam hatinya, dia mempunyai sebuah ketakutan.
Dia amat menyayangi anak dan istrinya dan dia tidak ingin masa lalunya terjadi
pada kedua anaknya. Entah masa lalu seperti apa yang selama ini dia sembunyikan
dari istrinya. Dia selalu jujur tentang semua hal kepada istrinya kecuali tentang
masa lalunya yang dia tidak ingin siapapun tahu akan hal itu.
Namun dia sadar, bahwa ALLAH Maha Tahu.
Kemudian Pada suatu malam saat dia bangun malam untuk shalat tahajud dia meratapi
Kemudian Pada suatu malam saat dia bangun malam untuk shalat tahajud dia meratapi
semua kesalahan dan kelalaiannya di masa silam. Saat itu, istrinya terbangun.
Melihat suaminya yang tidak ada di tempat tidur dia pun merasa heran karena
biasanya suaminya selalu membangunkannya jika mau shalat tahajud.
Sang istri pun bangun dan keluar kamar, saat itu dia melihat lampu kamar musholla
menyala dan dia pun segera menghampirinya. Ketika dia tiba di pintu musholla
yang sedikit terbuka, dia melihat suaminya sedang menangis di atas sajadahnya
dan kemudian terucaplah sebuah do’a dari mulut suaminya.
“Ya ALLAH Ya Rabb… Sejujurnya hamba sangat malu pada_MU.
“Ya ALLAH Ya Rabb… Sejujurnya hamba sangat malu pada_MU.
Karunia_MU teramat besar namun rasa syukur dan penghambaan ku tidak pernah
sebanding dengan apa yang telah Kau Berikan pada ku. Meskipun hamba teramat hina
dan tidak pantas memohon pada_MU, namun Hamba tidak punya tempat lain untuk
mengadu dan memohon pertolongan selain pada_MU.
Ya ALLAH.. Ampuni dosa-dosa ku dimasa lalu, Ampuni Dosa anak dan istri ku..
Ya ALLAH.. Ampuni dosa-dosa ku dimasa lalu, Ampuni Dosa anak dan istri ku..
ayah ibu ku dan semua orang-orang yang kusayangi. Jika hamba terlampau hina
untuk memintanya dan andai kata Kau tidak sudi mengabulkannya. Berikan semua amal
kebaikan hamba pada mereka.. Ya ALLAH yang maha pemurah.. Jika itu belum cukup,
Biarkan hamba yang menanggung semua dosa mereka, asalkan mereka bahagia.
Ya ALLAH.. jika saat ini Kau berkenan mengabulkan do’a hamba dan mungkin
Ya ALLAH.. jika saat ini Kau berkenan mengabulkan do’a hamba dan mungkin
suatu saat nanti hamba akan tinggal ditempat yang nista (neraka) Hamba mohon kabulkan 3 permohonan terakhir hamba.
1. Hamba mohon agar Engkau sudi menemui hamba_MU yang hina ini.. meskipun begitu,
1. Hamba mohon agar Engkau sudi menemui hamba_MU yang hina ini.. meskipun begitu,
hamba ingin Kau tahu bahwa hamba yang nista ini amat mencintai_MU.
2. Perkenankan hamba bertemu dengan kekasih_MU (Nabi Muhammad SAW)
2. Perkenankan hamba bertemu dengan kekasih_MU (Nabi Muhammad SAW)
Meskipun hamba teramat malu dan tidak akan punya keberanian untuk menatapnya,
izinkan hamba untuk bisa melihatnya. Izinkan hamba untuk bisa memandang wajah orang
yang Kau cintai walaupun sesaat. Meskipun hamba adalah umatnya yang penuh noda,
namun.. Hamba mencintainya dan teramat rindu padanya.
3. Saat kelak hamba berada di tempat yang nista, Hamba mohon izinkan hamba agar bisa
3. Saat kelak hamba berada di tempat yang nista, Hamba mohon izinkan hamba agar bisa
melihat orang-orang yang hamba sayangi bahagia di tempat yang mulia..
itu saja sudah cukup ya Rabb… Hamba sudah cukup merasa bahagia melebihi apapun..
Ampuni Anak Istri hamba, Orang tua dan kerabat hamba, guru-guru hamba, saudara-saudara hamba, semua umat muslim di dunia, bahkan ampuni juga musuh-musuh hamba dan berikan mereka petunjuk ya Rabb..
Sekali lagi terima kasih Ya ALLAH.. Engkau adalah tempat berteduh, hamba benar-benar
Ampuni Anak Istri hamba, Orang tua dan kerabat hamba, guru-guru hamba, saudara-saudara hamba, semua umat muslim di dunia, bahkan ampuni juga musuh-musuh hamba dan berikan mereka petunjuk ya Rabb..
Sekali lagi terima kasih Ya ALLAH.. Engkau adalah tempat berteduh, hamba benar-benar
merasa nyaman saat mengadu pada_MU.. Terima kasih Engkau selalu menemani hamba.. Sampaikan salam hamba pada Kekasih_MU.. Walhamdulillahi Rabbil Aalamiin….!”
Setelah sang istri mendengar do’a yang terucap dari mulut suaminya, ia pun bergegas
Setelah sang istri mendengar do’a yang terucap dari mulut suaminya, ia pun bergegas
mengambil air wudlu dan shalat tahajud. setelah itu dia berdo’a..
Ya ALLAH.. Terima kasih.. Kau telah Karuniakan aku suami yang amat menyayangiku.
Ya ALLAH.. Terima kasih.. Kau telah Karuniakan aku suami yang amat menyayangiku.
Aku sungguh bahagia Ya ALLAH.. namun kebahagiaan ini tak sempurna tanpa dirinya.
Ampuni Suami ku Ya ALLAH, selamatkan dia, Biarkan hamba yang menggantikannya….
Sang istri berdo’a untuk menggantikan suaminya dan mengajukan 3 permintaan yang sama
Sang istri berdo’a untuk menggantikan suaminya dan mengajukan 3 permintaan yang sama
seperti suaminya.
Di lain tempat saat sang ibu sedang berdo’a, anaknya yang paling kecil ( 5th ) pergi menuju
Di lain tempat saat sang ibu sedang berdo’a, anaknya yang paling kecil ( 5th ) pergi menuju
kamar ibunya karena ingin di antar kekamar kecil. Saat dia sampai di pintu kamar ibunya,
dia pun mendengar do’a sang ibu. dia menangis terharu dan bergegas kembali ke kamarnya.
sambil menangis dia berdo’a hal yang sama. Dia bersyukur memiliki seorang ibu yang baik
dan ayah yang begitu menyayanginya. dia juga mengajukan 3 hal yang sama seperti ayah
dan ibunya.
Di saat itu sang kakak (7th) berjalan menuju kamar setelah dia sholat tahajud
Di saat itu sang kakak (7th) berjalan menuju kamar setelah dia sholat tahajud
(dia sudah terbiasa bangun malam karena didikan ayah dan ibunya). Saat hendak masuk
dia melihat dan mendengar apa yang dikatakan sang adik dalam tangisnya.
Mendengar hal itu dia kembali ke ruangan kosong tempat dia shalat dan berdo’a hal yang sama.. Dia amat menyayangi ayah dan ibu serta adiknya. dia terharu dengan sang adik yang usianya masih dini namun sudah memiliki kemauan dan keikhlasan untuk kedua orang tuanya dan dirinya. Lagi-lagi dia mengajukan 3 permohonan terakhir yang sama…
Subhanallah… Sahabat.. Andai kata itu adalah suami kita, istri kita, anak kita dan itu adalah keluarga kita.. Sungguh beruntung dan bahagianya….
Rabbana hablana min azwaajinaa wadhurriyaatinaa qurrota a’yun, waj’alnaa lilmuttaqiina imaamaa…
Semoga bermanfaat
Mendengar hal itu dia kembali ke ruangan kosong tempat dia shalat dan berdo’a hal yang sama.. Dia amat menyayangi ayah dan ibu serta adiknya. dia terharu dengan sang adik yang usianya masih dini namun sudah memiliki kemauan dan keikhlasan untuk kedua orang tuanya dan dirinya. Lagi-lagi dia mengajukan 3 permohonan terakhir yang sama…
Subhanallah… Sahabat.. Andai kata itu adalah suami kita, istri kita, anak kita dan itu adalah keluarga kita.. Sungguh beruntung dan bahagianya….
Rabbana hablana min azwaajinaa wadhurriyaatinaa qurrota a’yun, waj’alnaa lilmuttaqiina imaamaa…
Semoga bermanfaat
Tidak ada komentar:
Posting Komentar